SMF Tawarkan Obligasi Berbunga 8,5-10,2%

SMF Tawarkan Obligasi Berbunga 8,5-10,2%

- detikFinance
Senin, 23 Nov 2009 17:37 WIB
SMF Tawarkan Obligasi Berbunga 8,5-10,2%
Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) kembali menerbitkan obligasi SMF II 2009 dengan nilai Rp 350 miliar, dengan tingkat suku bunga 8,5 - 10,2%. Obligasi ini terbagi dalam 2 seri, yaitu seri A berjangka waktu 1 tahun, dan seri B dengan tenor 3 tahun.

Demikian disampaikan Direktur Keuangan SMF Sutomo dalam penawaran umum atas obligasi perseroan di Graha Niaga ,Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (23/11/2009).

Kupon obligasi seri A diberikan patokan bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 12% ditambah spread sebesar 100-250 bps. Sedangkan untuk seri B didasarkan atas SPN dengan tingkat spread yang sama.

"Jika mengacu pada penutupan kemarin, bunga pbligasi seri A antara 8,5-9,5%, sedangkan untuk seri B antara 9,7-10,2%," jelas Sutomo.

Ia menambahkan, hasil dana obligasi akan digunakan untuk menyediakan likuiditas bagi sektor perumahan. "Dana akan digunakan untuk penyediaan dana jangka menengah atau panjang untuk pembiayaan sektor perumahan melalui lembaga penyalur KPR," kata Direktur Utama SMF Erica Soeroto.

Bookbuilding
dijadwalkan SMF 23 November-1 Desember mendatang. Pernyataan efektif dari Bapepam-LK diharapkan akan didapat pada 7 Desember, dengan masa penawaran awal di 9-10 Desember 2009.

Penjatahan akan dilakukan pada 11 Desember, dengan distribusi di 15 Desember 2009. Dan pencatatan pada pasar bursa (listing) dijadwalkan pada 16 Desember 2009.

Obligasi SMF II mendapat peringkat AA dari PT Fitch Ratings Indonesia (Fitch). Sebagai penjamin pelaksana emisi, perseroan menunjuk tunggal PT Bahana Securities. Untuk wali amanat diserahkan kepada PT Bank Permata Tbk.

Dengan penerbitan obligasi ini, SMF telah menghimpun Rp 650 miliar dana dari masyarakat.

Tahap awal perseroan bekerja sama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) telah menerbitkan obligasi sebesar Rp 300 miliar. Sama seperti tahap awal, perseroan percaya diri, produknya (SMF II) dapat terserap pasar dengan maksimal.

"Kami tentu optimis akan terserap seluruhnya. Pada seri I saja terjadi oversubscribed mencapai 314%, dari rencana emisi Rp 200 miliar," katanya.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads