"Laba kami meningkat 98% sampai 9 bulan pertama tahun 2009. Untuk pendapatan memang tidak jauh berbeda pada posisi tahun lalu, namun terjadi kenaikan pada revenue di masing-masing bidang usaha kami, khususnya di hotel dan residensial,"kata Direktur Keuangan JSPT, Merry Lim di Estubizi Business Center, Jalan Rasuna Said, Jakarta, Selasa (24/11/2009).
Menurutnya, sumbangan terbesar atas laba yang diperoleh dari laba kurs yang tercatat Rp 80 miliar. Pendapatan pada bidang usaha hotel tercatat meningkat 4%, karena terjadi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara di Bali. Sektor perkantoran dan town house juga naik 13%. Lain halnya dengan residensial dan ritel yang meningkat 25% akibat bertambahnya kunjungan turis di Bali Lifestyle.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EBITDA perseroan tumbuh 10%, dari Rp 198 miliar menjadi Rp 218 miliar. Dengan demikian, catatan margin mereka berubah menjadi 34%, dari posisi sebelumnya 31%.
JSPT juga telah membayar utang sebesar US$ 9 juta, pada triwulan III-2009. Hingga saat ini, hutang perseroan berada di US$ 79,7 juta, yang sebelumnya di angka US$ 88,7 juta.
Porsi hutang yang telah terbayar perseroan didominasi oleh kredit jangka pendek dan menengah sebesar 60%. Sisanya untuk pembayaran hutang jangka panjang.
"Di tahun depan, kami merencanakan akan membayar utang sebesar US$ 8-9 juta, yang bersumber pada internal cash flow ditambah pinjaman dari luar," imbuhnya.
(dro/dro)











































