"Itu salah satu opsi," kata Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar usai raker bersama Komisi XI DPR, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
Opsi penggabungan tersebut dilakukan karena keduanya bergerak di industri yang sama, dengan target pasar yang sama. Menurutnya, penggabungan itu diharapkan keduanya tidak akan berebut pangsa pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan diselesaikannya hibah 82,2% saham BPUI dari Bank Indonesia (BI) nanti, pemerintah akan menguasai 100% perusahaan plat merah tersebut. BI akan menghibahkan saham tersebut dengan kisaran harga dengan nilai terendah Rp 1,24 triliun dan harga tertinggi Rp 1,84 triliun.
Pemerintah juga sedang mengkaji penggabungan antara PT Askrindo dengan PT Jamkrindo pasca hibah tersebut. BI juga akan menghibahkan kepemilikan sahamnya sebanyak 17,6% di Askrindo senilai Rp 1,91 triliun.
"Kita butuh penjaminan dan pendampingan, yang satu untuk penjaminan. Askrindo nanti dengan Jamkrindo bisa kita atur," katanya.
(ang/dro)










































