Menurut Deputi Kementerian Negara BUMN Bidang Restrukturisasi dan Privatisasi M Yasin, tiga perusahaan perkebunan milik negara itu sampai sekarang belum mendapat persetujuan DPR.
"Kita juga belum ada jadwal untuk membahas itu dengan DPR," katanya usai raker bersama Komisi XI DPR, di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (25/11/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Yasin, pihaknya akan berkonsentrasi kepada IPO yang akan dilakukan PT Krakatau Steel, PT Garuda Indonesia dan PT Pembangunan Perumahan di tahun 2010 nanti.
"Kita coba KS, Garuda dan PP dulu," ungkapnya.
(ang/dro)











































