Mengawali perdagangan, IHSG sempat menguat. Namun penguatan IHSG tidak berlangsung lama. IHSG selanjutnya terjebak di teritori negatif tanpa ada perlawanan menuju zona positif.
Pada perdagangan Rabu (25/11/2009), IHSG akhirnya ditutup melemah 10,356 poin (0,41%) ke level 2.461,528. Indeks LQ 45 juga melemah 2,255 poin (0,47%) ke level 485,792.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Komposit Shanghai naik tajam 66,64 poin (2,07%) ke level 3.290,17.
- Indeks Hang Seng naik 188,66 poin (0,84%) ke level 22.611,80.
- Indeks Nikeei 255 naik 40,06 poin (0,43%) ke 9.441,64.
- Indeks KOSPI naik 5,46 poin (0,34%) ke level 1.611,88.
- Indeks Straits Times naik 10,90 poin (0,39%) ke level 2.790,88.
Investor global tampaknya mulai mengkoleksi saham menyusul libur hari raya di bursa Wall Street dan Strait Times bersamaan dengan libur hari raya Idul Adha di Bursa Efek Indonesia akhir pekan ini. Sayangnya, IHSG tidak mengikuti tren kenaikan tersebut.
Perdagangan berjalan penuh tekanan jual pada saham-saham berkapitalisasi besar dengan frekuensi transaksi mencapai 89.944 kali dengan volume transaksi sebanyak 5,043 miliar lembar saham senilai Rp 3,888 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 101 saham turun dan 70 saham stagnan.
Saham-saham yang turun di top gainer antara lain Bukit Asam (PTBA) naik Rp 350 ke Rp 16.450, Lonsum (LSIP) naik Rp 200 ke Rp 8.200, Bayan Resources (BYAN) naik Rp 100 ke Rp 5.500, Astra Agro (AALI) naik Rp 100 ke Rp 23.500, Sampoerna Agro (SGRO) naik Rp 50 ke Rp 2.475.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 450 ke Rp 32.900, Indocement (INTP) turun Rp 350 ke Rp 11.400, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 200 ke Rp 7.200, Unilever (UNVR) turun Rp 200 ke Rp 11.250, Delta Dunia (DOID) turun Rp 150 ke Rp 1.490, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 100 ke Rp 27.600.
(dro/qom)











































