Demikian diungkapkan President & CEO MNK NC. Judyono, dalam public expose dan due diligence meeting di hotel Ritz Calton kawasan SCBD Jakarta Selasa (25/11/2009).
MNK akan menerbitkan obligasi sebesar Rp 270 miliar dan sukuk ijarah senilai Rp 100 miliar. Dananya akan digunakan untuk membangun pabrik (85%), sisanya penambahan modal kerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk sukuk seri A, tenor 3 tahun, dan seri B, 5 tahun. Seluruh seri, baik obligasi ataupun sukuk, dibayarkan secara penuh (bullet payment) 100% dari pokok saat jatuh tempo.
Bunga yang ditawarkan perseroan, antara 12,75-15%. Untuk obligasi seri A, mengacu pada FR0017 plus 450-525 bps per tahun. Sedangkan untuk seri B, indikasi tingkat bunga berdasarkan FR0023 plus 475-575 bps dan seri C FR0026 plus 475-575 bps.
"Mengacu pada penutupan sebelumnya, diperkirakan bunga seri A 12,75-13,5%, untuk seri B 13,25-14,25%. Sedangkan untuk seri C 14-15%," jelas Director Investment Banking Trimegah Securities Abraham Arief.
Dia menambahkan, untuk bunga sukuk ijarah seri A, dipatok pada di FR0023 plus 475-575 bps atau 13,25-14,25%. Seri B mengacu pada FR0026 plus 475-575 bps atau 14-15%.
Masa penawaran awal (book building) obligasi dan sukuk dilakukan pada 25 November-11 Desember 2009. Perkiraan efektif Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) pada 22 Desember 2009, dan masa penawaran direntan 28-30 Desember 2009.
Penjatahan di tanggal 4 Januari 2010. Dengan distribusi elektronik di 6 Januari, maka diharapkan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 6 Januari tahun depan.
MNK telah menunjuk PT Indo Premier Securities, PT Trimegah Securities sebagai penjamin emisi. Sementara, untuk wali amanat perseroan telah menetapkan PT Bank Mega Tbk (MEGA).
(dro/dro)











































