Rupiah Ikut Trend Menguat

Rupiah Ikut Trend Menguat

- detikFinance
Kamis, 26 Nov 2009 09:41 WIB
Rupiah Ikut Trend Menguat
Jakarta - Nilai tukar rupiah membuka perdagangan hari ini dengan menguat, mengikuti tren mata uang regional lainnya yang juga sedang menguat atas dolar AS.

Pada perdagangan Kamis (26/11/2009), rupiah dibuka menguat tipis ke 9.365 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin dilevel 9.400 per dolar AS.

Sementara kemarin dolar AS terus merosot hingga titik terendahnya dalam 15 bulan terakhir atas euro. Pada perdagangan Rabu (25/11/2009) di New York, euro menguat tajam hingga 1,5127 dolar dari sebelumnya di 1,4959 dolar. Bahkan euro sempat mencapai titik tertingginya dalam 15 bulan di 1,5144 dolar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dolar AS juga merosot atas yen ke posisi 87,38 yen, bahkan sempat mencapai titik terendahnya dalam 14 tahun terakhir di 88,54 yen.

Pelemahan dolar AS terjadi setelah keluarnya sejumlah data positif dari AS. Data yang dirilis menunjukkan pendapatan masyarakat naik 0,2% dan belanja konsumen naik 0,7% selama Oktober,Β  yang dibantu rebound penjualan otomotif.

Sebuah laporan menunjukkan klaim keuntungan asuransi pengangguran AS turun ke titik terendahnya sejak September 2008. Angka yang disesuaikan untuk klaim pengangguran baru untuk pekan yang berakhir 21 November turun 35.000 menjadi 466.000.

Membaiknya kondisi perekonomian itu memicu investor untuk keluar dari aset-aset dalam dolar AS dan memburu aset-aset yang lebih berisiko namun berimbal hasil tinggi seperti euro.

Michael Malpede, analis dari Easy Forex mengatakan, katalis utama pelemahan dolar adalah konfirmasi dari catatan pertemuan Bank Sentral AS yang menyebutkan bahwa bank sentral akan tetap menahan suku bunga rendah dalam jangka waktu yang lama.

"Catatan itu juga menyebutkan bahwa Feed melihat depresiasi dolar AS sebagai 'permintaan'. Pernyataan itu dilihat sebagai sebuah lampu hijau untuk menjual dolar karena Fed mengindikasikan tidak punya rencana untuk mendukung dolar," ujar Malpede seperti dikutip dari AFP, Kamis (26/11/2009).

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads