Pada perdagangan Kamis (26/11/2009) sesi I, IHSG ditutup melemah hingga 31,108 poin (1,26%) ke level 2.430,420. Indeks LQ 45 melemah 6,617 poin (1,36%) ke level 479,175.
Bursa-bursa regional bergerak variatif pada akhir sesi pagi ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng melemah 242,19 poin (1,07%) ke level 22.369,61.
- Indeks Nikkei-225 naik tipis 3,72 poin (0,04%) ke level 9.445,36.
- Indeks Straits Times naik tipis 8,76 poin ke level 2.801,6.
Perdagangan berjalan moderat, dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 52.976 kali pada volume 3.437 juta lembar saham senilai Rp 1,96 triliun. Sebanyak 24 saham naik, 154 saham turun dan 44 saham stagnan.
Saham-saham grup Bakrie merosot seperti Bumi Resources (BUMI) turun Rp 150 menjadi Rp 2.450, Darma Henwa (DEWA) turun Rp 33 menjadi Rp 149, Energi Mega Persada (ENRG) turun Rp 20 menjadi Rp 215, Bakrie and Brothers (BNBR) turun Rp 6 menjadi Rp 94, Bakrieland Development (ELTY) turun Rp 20 menjadi Rp 250, Bakrie Sumatera Plantations (UNSP) turun Rp 60 menjadi Rp 740, Bakrie Telecom (BTEL) turun Rp 5 menjadi Rp 149.
Saham-saham lain yang turun di jajaran top loser antara lain Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 150 menjadi Rp 4.375, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 menjadi Rp 7.050, International Nickel (INCO) turun Rp 150 menjadi RP 8.050.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain PTBA naik Rp 50 menjadi RP 16.500, Delta Dunia Makmur (DOID) naik Rp 20 menjadi Rp 1.510, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 250 menjadi Rp 27.850, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 450 menjadi Rp 17.400.
(qom/qom)











































