Forced Sell Jebloskan IHSG ke Bawah 2.400

Forced Sell Jebloskan IHSG ke Bawah 2.400

- detikFinance
Kamis, 26 Nov 2009 16:27 WIB
Forced Sell Jebloskan IHSG ke Bawah 2.400
Jakarta - Aksi jual paksa (forced sell ) diduga menjadi penyebab kejatuhan tajam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini, terutama setelah koreksi berhari-hari pada sebagian besar saham-saham yang masuk dalam daftar marjin Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG tak sempat menyentuh teritori positif. Dibuka langsung anjlok tajam dan di tengah perjalanan sempat menyentuh level 2.386,730.

"Melihat penurunan tajam hari ini, dengan volume dan nilai perdagangan tipis di awal perdagangan, bukan tidak mungkin forced menjadi salah satu sebab penurunan IHSG hari ini," ujar analis PT BNI Securities Muhammad Alfatih saat dihubungi detikFinance , Kamis (26/11/2009).

Namun menurutnya, penurunan juga disebabkan oleh sentimen bursa-bursa regional yang sepanjang perdagangan hari ini mengalami koreksi tajam menyambut libur panjang akhir pekan. Strait Times libur pada perdagangan besok. Wall Street tutup pada perdagangan hari ini dan besok hanya buka setengah hari. BEI besok libur merayakan hari raya Idul Adha.

"Baik dari dalam maupun luar negeri belum menunjukkan tanda-tanda sentimen positif. Apalagi sejumlah perusahaan unggulan, seperti grup Bakrie akan melakukan aksi penerbitan obligasi dalam jumlah besar. Ini juga memberikan sentimen negatif pada IHSG," ujarnya.

Pada perdagangan Kamis (26/11/2009), IHSG ditutup anjlok 68,009 poin (2,77%) ke level 2.393,519. Indeks LQ 45 ikutan anjlok 15 poin (3,09%) ke level 470,792.

Bursa-bursa regional juga mengalami koreksi cukup besar yang kemudian dilanjutkan dengan koreksi tajam pembukaan bursa-bursa Eropa rata-rata di atas 1%.
  • Indeks Komposit Shanghai turun tajam 119,18 poin (3,62%) ke level 3.170,98.
  • Indeks Hang Seng turun 401,39 poin (1,78%) ke level 22.210,41.
  • Indeks Nikeei 255 turun 58,40 poin (0,62%) ke 9.383,24.
  • Indeks KOSPI turun 12,36 poin (0,77%) ke level 1.599,52.
Perdagangan berjalan penuh tekanan jual hampir semua saham-saham berkapitalisasi besar dengan frekuensi transaksi mencapai 113.442 kali dengan volume transaksi sebanyak 7,107 miliar lembar saham senilai Rp 4,783 triliun. Sebanyak 21 saham naik, 181 saham turun dan 45 saham stagnan.

Saham-saham yang masuk jajaran top gainer didominasi saham-saham berkapitalisasi kecil seperti Gudang Garam (GGRM) naik Rp 300 ke Rp 17.250, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 300 ke Rp 10.300, SOBI naik Rp 30 ke Rp 1.750, BATA naik Rp 1.000 ke Rp 26.500, SQBI naik Rp 3.200 ke Rp 79.200, TOTO naik Rp 500 ke Rp 8.500.

Sedangkan saham-saham yang masuk jajaran top loser didominasi saham-saham unggulan berkapitalisasi besar seperti Bir Bintang (MLBI) turun Rp 8.000 ke Rp 162.000, Astra Agro (AALI) turun Rp 1.300 ke Rp 22.200, Astra International (ASII) turun Rp 900 ke Rp 32.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 750 ke Rp 14.600, Indocement (INTP) turun Rp 700 ke Rp 10.700, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 650 ke Rp 15.800, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 27.200, Telkom (TLKM) turun Rp 300 ke Rp 8.750, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 225 ke Rp 2.375. (dro/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads