Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar usai raker bersama Komisi XI DPR di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/11/2009).
"Saya kira belum, karena masih dalam proses. Mungkin di triwulan I tahun depan," katanya.
Ia mengatakan, salah satu faktor penghambat dilaksanakannya IPO PP adalah terpotong adanya Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Selain itu, PP juga masih menunggu diterbitkannya peraturan pemerintah oleh Kementerian Negara BUMN.
Rencananya, BUMN Karya itu bakal melepas 30-35 persen sahamnya ke lantai bursa. Sedangkan target raupan dananya mencapai Rp 1,5 triliun.
PP telah menunjuk konsorsium DBS Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi dalam aksi korporasi tersebut. Sebelumnya, IPO PP ditargetkan bisa berlangsung di penghujung tahun 2009.
(ang/dnl)











































