Dubai World, perusahaan properti raksasa milik pemerintah Dubai mengumumkan penundaan pembayaran sebagian obligasinya yang jatuh tempo pada akhir pekan lalu. Permintaan penundaan mencakup pembayaran sukuk senilai US$ 3,52 miliar yang akan jatuh tempo 14 Desember 2009.
Permintaan penundaan dilakukan lantaran dampak krisis ekonomi global tahun 2008 menyebabkan banyak proyek properti Dubai World tak laku terjual. Akibatnya, BUMN properti terbesar di dunia itu kesulitan memenuhi kewajiban jatuh tempo sebagian obligasinya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ekonom PT Bank International Indonesia Tbk (BNII) Samuel Ringoringo, kabar tersebut sempat mengguncang pasar finansial global. Meskipun masing-masing pasar menunjukkan reaksi yang bervariasi, namun terlihat kalau sempat muncul kewaspadaan pasar.
"Berita ini sempat mengejutkan pasar finansial dunia," ujarnya dalam catatan risetnya.
Banyak kalangan perbankan Eropa yang menjadi kreditur utama Dubai World, khawatir kebangkrutan serupa Lehman Brothers boleh terulang. Sebagai catatan, bankir-bankir Eropa yang menjadi kreditur utama Lehman Brothers mengalami nasib pahit akibat kebangkrutan bank investasi raksasa asal AS tersebut.
"Namun, bank sentral Uni Eropa menyatakan telah menyiapkan dana tambahan guna mengucurkan likuiditas pada bank-bank di Uni Eropa beserta cabang-cabangnya di luar negeri," jelas Samuel.
Dukungan bank sentral Uni Eropa mendapat sambutan positif di pasar saham. Pada perdagangan akhir pekan, bursa-bursa Eropa berhasil menutup pasar di zona hijau, berbeda dengan Wallstreet yang mengalami koreksi cukup dalam.
Bursa-bursa kawasan Asia pun sudah menunjukkan tanda-tanda positif sejak pembukaan tadi pagi. Hanya IHSG yang dibuka melorot tajam sempat minus 40 poin.
Tampaknya pelaku pasar masih menunggu dampak nyata atas hiruk pikuk Dubai World pada pergerakan IHSG. Tak lama, seiring dengan penguatan konsisten bursa-bursa Asia, IHSG pun mendadak berbalik arah.
Investor asing tampak mulai mengkoleksi saham-saham unggulan yang kemudian diikuti oleh investor domestik. Hingga berita ini ditulis, asing sudah mencatat transaksi beli bersih (net buy) sebesar Rp 218 miliar, signal positif bagi pergerakan IHSG hari ini yang sempat naik ke level 2.414,349.
Saat ini, IHSG berada di level 2.409,189, naik 15,670 (0,65%).
Kendati demikian, Samuel mengingatkan kalau perdagangan saham selama bulan Desember 2009 akan sangat berfluktuasi lantaran banyak hedge fund asing skala besar sudah mengunci posisi dan melakukan tutup buku.
"Para pemain besar telah mengunci posisinya, menarik dana dan hanya tersisa sedikit di pasar. Kelihatannya pasar saham akan sangat bervolatilitas tinggi," ujarnya.
(dro/qom)











































