Hal ini disampaikan Direktur Keuangan CMNP Shadik Wahono dalam paparan publik di hotel Dharmawngsa, Jakarta, Senin (30/11/2009).
Kenaikan pendapatan disumbang oleh penyesuaian pendapatan jalan tol Surabaya. Beban usaha perseroan juga tercatat naik 4,4%, dari Rp 226 miliar menjadi Rp 236 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Shadik pun menambahkan, perseroan mentargetkan laba sampai akhir 2009 Rp 136 miliar dan pendapatan Rp 630 miliar. Catatan ini, disumbang kenaikan pendapatan dari penyesuaian tarif tol Jalan Tol Dalam Kota Jakarta (JIUT) pada akhir September lalu dan realisasi volume jalon tol Waru-Juanda yang meningkat.
"Proyeksi laba sampai akhir tahun, sumbangan terbesar tetap dibukukan oleh tol dalam kota Jakarta (JIUT), sekitar Rp 590 miliar. Sisanya oleh tol Waru-Juanda oleh CMS," imbuh Direktur Keuangan CMNP Hendro Santoso.
Dari prediksi ini, laba bersih perseroan naik 52,9% dibanding periode yang sama tahun 2008 yang Rp 72 miliar. Selain dari penyesuaian tarif tol JIUT pada September 2009, peningkatan laba juga karena rampungnya restrukturisasi utang PT Citra Margatama Surabaya (CMS).
"Restrukturisasi dengan Bank Mega dan BCA, maka beban kewajiban pembayaran bunga dan pokok pinjaman CMS akan lebih rendah dan semakin terkendali," imbuh Hendro.
Untuk pendapatan CMS saat ini, dinilai mencukupi guna memenuhi kewajiban bunga pinjaman kepada kreditur. "Volume lalu lintas Waru-Juanda sekitar 19 ribu kendaraan per hari, dan ini cukup untuk memenuhi kewajiban," paparnya.
Ditambahkan Hendro, perseroan masih memerlukan dukungan pemerintah dalam merealisasikan jaringan dan akses tol dari dan menuju tol Waru-Juanda. Jaringan yang dinantikan adalah tol Waru-Mojokerto, jalan arteri MERR, akses langsung Jalan A. Yani di bundaran Waru.
(dro/dro)











































