Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 01 Des 2009 08:46 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Indeks S&P kembali menguat setelah timbulnya kekhawatiran akibat gagal bayar Dubai World, sementara harga minyak rally setelah awak yacht Inggris ditahan oleh Iran. Indeks S&P (+0.4%) 1,095.63 setelah Wells Fargo & Co., JPMorgan Chase & Co. memimpin kenaikan. Bursa US kembali menguat dengan Dow Jones (+0.3%) 10,344.84 setelah pada akhir perdagangan setelah Dubai World menyatakan sedang dalam pembicaraan dengan bank untuk membahas restrukturisasi hutang senilai $26 milyar.

Pemberitahuan mengenai gagal bayarnya Dubai World atas hutang sebesar $59 milyar telah menyebabkan penurunan bursa global sebesar 2.5% menjadi $48.1 triliun. Departemen keuangan Dubai mengatakan bahwa pemerintah Emirate tidak menjamin hutang Dubai World.

Regional Pagi: Bursa Jepang melemah pagi ini dengan pelemahan dari saham otomotif setelah mencetak penguatan kemarin. Toyota Motor Corp. (-1.2%) dan Nissan Motor Co. (-1.9%). Namun saham teknologi menguat, Pioneer Corp. (+9%) setelah melemah lebih dari 12% pecan lalu. Nikkei 225 (-0.5%) 9,299.00 dan Topix (-0.3%) 837.19. KOSPI INDEX (+0.64%) 1,565.58 S&P/ASX 200 INDEX (+0.17%) 4,709.40 STI (+0.64%) 2,749.55.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Minyak diperdagangkan di atas $77 per barel setelah adanya laporan yang menyebutkan terjadinya pembajakan pada kapal tanker yang membawa minyak dari Saudi Arabia menuju US. Crude oil untuk pengiriman Januari diperdagangkan $77.3/barel. Crude oil (+0.03%) $77.3/bbl, Gold (+0.09%) $1.181/oz, CPO (+0.1%) 2.418RM/MT, Nickel (+2%) $16.400/MT, Tin (+2%) $15.200/MT.

Economic & Industrial News

Economic: DAK Infrasturktur Turun 37%

Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang infrastuktur pada 2010 turun 37% menjadi sebesar Rp 4,49 triliun dibandingkan dengan alokasi tahun ini Rp 6,68 triliun, akibat banyak daerah yang tidak melaporkan penggunaan dana tersebut.

Banking: BI Pangkas Target Kredit FY10 jadi 15-17%

BI memangkas target pertumbuhan kredit FY10 jadi 15-17% dari sebelumnya 20% karena ketidakpastian pertumbuhan ekonomi dunia.

Energy: Pemerintah Kaji Renegosiasi Kontrak Gas

Guna mengatasi krisis bahan bakar sejumlah pembangkit di Indonesia, pemerintah mengkaji kemungkinan renegosiasi kontrak ekspor gas dengan mengutamakan pemenuhan kebutuhan domestik. Selain gas, pemerintah juga berkomitmen memprioritaskan pasokan batubara untuk domestik.

Mining: Newmont akan Raup Laba US$642 Juta

PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) memproyeksikan perolehan laba bersih tahun ini mecapai US$642,9 juta atau naik hingga 231% dibandingkan denganpencapaian tahun lalu. Kenaikan itu dipicu oleh semakin membaiknya harga komoditas dan pertumbuhan penjualan produksi tembaga, emas, dan perak perusahaan itu.

Comment: dengan 23,25% kepemilikan BUMI terhadap saham Newmont, maka kontribusi laba Newmont akan menaikan laba BUMI sebesar 35% dari $421 juta menjadi $571 juta. Positive untuk pertumbuhan harga saham kedepan.

Economic: Direksi PLN Diganti Bulan Ini

Meneg BUMN Mustafa Abu Bakar mengatakan pergantian direksi di PLN dilakukan paralel dengan pergantian di Pertamina yang diharapkan tuntas Desember 2009. Pergantian manajemen tidak hanya untuk posisi dirut, tetapi juga jajaran direksi yang dilakukan dalam satu paket.

Corporate news

SMGR: Bangun Pabrik Semen US$ 400 Juta bersama Freeport

Perusahaan tambang asal AS, PT Freeport Indonesia dan SMGR berencana membangun pabrik semen di Papua dengan nilai investasi US$ 400 juta mulai tahun depan. Freeport akan membangun pabrik semen berkapasitas 1-2 juta ton si Timika, Papua. Sedangkan SMGR akan menambah satu pabrik berkapasitas 2,5 juta ton di Manokwari, Papua.

BLTA: Batal Obligasi, Terbitkan Saham Baru US$200 Jt

Pasca pembatalan emisi obligasi US$368 juta, BLTA berencana menerbitkan saham baru melalui private placement senilai US$200 juta. Rencana ini telah mendapat komitmen dari pemegang saham utama PT Tunggaladhi Baskara, dan Camillo Eitzen & Co ASA (Ceco). Perolehan dana untuk menambah modal ke Ceco US$70 -US$75 juta dan US$125 juta-US$130 juta untuk membeli kapal baru dan bekas.

Namun, rencana ini masih menunggu persetujuan dari sindikasi bank kreditur Ceco dan Eitzen Chemical ASA guna mengubah persyaratan kondisi utang perusahaan tersebut.

CTRA: Kaji Beberapa Opsi Untuk Peroleh Dana Pada Tahun 2010

CTRA saat ini sedang mempertimbangkan beberapa opsi (obligasi, utang bank, atau rights offer) yang dapat digunakan untuk memperoleh dana bagi anggaran 2010.

PGAS: Incar Gas Donggi

PT Perusahaan Gas Negara Tbk disebut-sebut menginginkan pasokan gas alam cair (LNG) Donggi-Senoro yang akan digunakan perseroan sebagai salah satu sumber pasokan untuk proyek terminal LNG Medan.

Total perkiraan permintaan gas yang diidentifikasi perseroan, mencapai 150-300 MMscfd. Mereka adalah pembangkit listrik PLN di Sicanang dan Paya Pasir.

BBNI: Laba Bersih 9M09 Melonjak 122% yoy

BBNI mencatat laba bersih 9M09 melonajk 122% yoy jadi Rp1,85 triliun dipicu naiknya fee based income 24% yoy jadi Rp3,15 triliun vs Rp2,54 triliun serta pendapatan bunga bersih +16% yoy jadi Rp8,31 triliun. Peningkatan bunga bersih dikontribusi dari ekspansi kredit 15% jadi Rp122,16 triliun vs Rp106,5 triliun, sedangkan pendapatan nonbunga dari layanan jasa (recurring fee) perbankan +8% yoy jadi Rp2,78 triliun dan nonrecurring fee Rp347 triliun.

IPO: Dian Swastatika Sentosa IPO Rp1.500/Saham

PT Dian Swastatika Sentosa mengumumkan prospektus IPO nya, meliputi:
Jumlah saham dilepas          : 100 juta saham
Nilai nominal                         : Rp250/saham
Harga penawaran                 : Rp1500/saham atau Rp150 miliar
Masa penawaran                  : 2-4 Des09
Listing date                            :10 Des09.

IPO: Recapital Kaji Ulang IPO Berau Coal

Recapital Advisors akan mengkaji ulang rencana IPO saham Berau coal, seiring diakuisisinyasaham tersebut. Kepastian rencana IPO akan ditentukan pada Januari 2010.

Rumor

Harga saham BRPT berpotensi ke Rp1.500-1.700/saham, seiring suksesnya Prajogo Pangestu membeli PT Transpacific Railway Infrastructure. Selain itu, perseroan dikabarkan menjajaki merger dengan Transpacific, perusahaan pengangkut batubara.

Harga saham KARK berpotensi ke Rp150/saham. Kabarnya, India's National Thermal Power Corp berniat menjadi pemegang saham perseroan.

Corporate Actions

Hari ini (1/12), Start trading period (listing) rights issue Excelcomindo Pratama Tbk ( EXCL ), ratio 1(new) : 5 (old) Rp2.000/saham. End trading period (7/12)

Technical Picks

BDMN (4425) – BUY
PGAS (3650) – Speculative BUY
SMGR (7300) – BUY
ANTM (2200) – Speculative BUY.

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads