Pada perdagangan Selasa (1/12/2009), rupiah dibuka melemah ke level 9.490 per dolar AS, dibandingkan sebelumnya di level 9.465 per dolar AS.
Ekonom dari BII Samuel Ringo-ringo mengatakan, data inflasi yang akan dirilis BPS siang ini diprediksi tidak akan banyak memberikan pengaruh. Analis memperkirakan inflasi akan tetap rendah hingga akhir tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pelemahan rupiah terhadap dolar AS juga disebabkan oleh faktor musiman seperti kebutuhan impor atau pembayaran utang dan kewaspadaan pasar," ujarnya.
Di pasar global, dolar AS kembali menghadapi tekanan karena investor melakukan penghitungan ulang atas efek penundaan pembayaran utang Dubai World.
Euro diperdagangkan di 1,5005 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4987 dolar. Dolar AS juga melemah atas yen ke posisi 86,28 yen, dibandingkan sebelumnya di 86,52 yen.
(qom/qom)











































