Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu mengatakan pengadaan alutsista selain diperoleh dari pendanaan dalam negeri melalui perbankan nasional, sangat memungkinkan dilakukan melalui global bond.
"Itu bisa (global bond), di industri strategis yang paling penting adalah masalah kepastian pendanaan dan kepastian pemesanan," kata Said saat ditemui di kantor Dephan, Selasa (1/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan jika masalah itu sudah selesai maka revitalisasi industri strategis bisa berlanjut pada tahap pembenahaan pengembangan teknologi pertahanan dan sumber daya manusia termasuk mengembangkan riset.
"Nah setelah itu harus ada dari menristek dan BPPT untuk mengirim orang-orang untuk sekolah ke luar," katanya.
Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan mengenai pendanaan global bond untuk alutsista memiliki beberapa kelebihan selain tenor yang lebih panjang hingga 10 tahun, bunganya pun relatif lebih rendah dari pada memakai mekanisme kredit ekspor.
"Kalau saya bandingkan dengan global bond, jangka waktunya bisa 10 tahun dengan suku bunga lebih rendah," katanya.
Meskipun ia mengakui penggunaan dana-dana global bond dari suatu negara untuk keperluaan kebutuhan militer biasanya tidak mudah dan akan mengalami restriksi mengenai dibolehkan atau tidak dibolehkan.
(hen/dro)











































