Danai Alutsista, Pemerintah Kaji Global Bond

Danai Alutsista, Pemerintah Kaji Global Bond

- detikFinance
Selasa, 01 Des 2009 14:03 WIB
Danai Alutsista, Pemerintah Kaji Global Bond
Jakarta - Pemerintah mewacanakan penggunaan global bond untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dibutuhkan TNI/Polri. Saat ini pendanaan alutsista yang diimpor lebih banyak menggunakan kredit ekspor (KE) yang justru memiliki keterbatasan tenor dan bunga yang tinggi.

Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu mengatakan pengadaan alutsista selain diperoleh dari pendanaan dalam negeri melalui perbankan nasional, sangat memungkinkan dilakukan melalui global bond.

"Itu bisa (global bond), di industri strategis yang paling penting adalah masalah kepastian pendanaan dan kepastian pemesanan," kata Said saat ditemui di kantor Dephan, Selasa (1/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan masalah pendanaan dari mana pun asalnya hanyalah salah bagian dari proses revitalisasi industri strategis (pertahanan) khususnya BUMN dalam memastikan sumber pembeli dan pendanaannya.

Sedangkan jika masalah itu sudah selesai maka revitalisasi industri strategis bisa berlanjut pada tahap pembenahaan pengembangan teknologi pertahanan dan sumber daya manusia termasuk mengembangkan riset.

"Nah setelah itu harus ada dari menristek dan BPPT untuk mengirim orang-orang untuk sekolah ke luar," katanya.

Sementara itu Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan mengenai pendanaan global bond untuk alutsista memiliki beberapa kelebihan selain tenor yang lebih panjang hingga 10 tahun, bunganya pun relatif lebih rendah dari pada memakai mekanisme kredit ekspor.

"Kalau saya bandingkan dengan global bond, jangka waktunya bisa 10 tahun dengan suku bunga lebih rendah," katanya.

Meskipun ia mengakui penggunaan dana-dana global bond dari suatu negara untuk keperluaan kebutuhan militer biasanya tidak mudah dan akan mengalami restriksi mengenai dibolehkan atau tidak dibolehkan.

(hen/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads