"Penjualan dan laba perusahaan terkena dampak oleh penurunan harga jual minyak dan beban keuangan yang cukup tinggi," kata Presiden Direktur ENRG Imam Agustino dalam siaran pers yang diterima detikFinance, Rabu (2/12/2009).
Dalam kegiatan operasinya selama 9 bulan pertama 2009, perseroan sudah meningkatkan hasil produksinya sebanyak 30 persen, dengan produksi minyak per ahri mencapai 13 mbopd. Hingga triwulan-III 2009, harga jual minyak mencapai US$ 57,9 per bbl, menurun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 112 per bbl.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, emiten berkode ENRG itu juga membukukan beban keuangan yang cukup besar merefleksikan biaya bunga dari pinjaman sebesar US$ 450 juta yang didapatkan tahun lalu di masa krisis global.
"Pinjaman itu digunnakan untuk melunasi kewajiban-kewajiban perusahaan yang jatuh tempo saat itu," ujarnya.
Menurutnya, saat ini perseroan sedang dalam proses untuk menyelesaikan beban keuangan yang cukup tinggi tersebut dari melalui dana yang didapat dari penawaran umum saham terbatas (right issue) yang segera dilakukan perseroan.
(ang/qom)











































