Hal ini disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam pidato pembukaan Investor Summit di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (2/12/2009).
"April 2008 kemarin saat terjadi krisis, pemerintah menggelontorkan dana investasi untuk membeli kembali atau buyback saham BUMN yang jatuh. Kita membeli saham karena saham lagi murah. Karena banyak melakukan buyback kemarin, kita sudah membukukan keuntungan Rp 40 miliar," tuturnya.
Sri Mulyani mengatakan, pada saat krisis tersebut terjadi, harga saham memang berjatuhan salah satunya disebabkan karena ketatnya likuiditas.
"Sesama investor pun tidak ada keyakinan untuk melakukan transaksi. Ditambah sektor perbankan yang mengalami kesulitan likuiditas parah. Persoalan waktu itu tegang, likuiditas hilang. Karena itu kita buyback saham BUMN, bank-bank BUMN juga. Maaf untuk bank-bank swasta, karena kita beli saham bank-bank milik kita sendiri," katanya.
(dnl/qom)











































