Bakrie Toll Road IPO di 2011

Bakrie Toll Road IPO di 2011

- detikFinance
Rabu, 02 Des 2009 17:29 WIB
Bakrie Toll Road IPO di 2011
Jakarta - PT Bakrie Toll Road (BTR) berencana melakukan penawaran umum perdana saham (Initial Public Offering/IPO) pada tahun 2011. Perseroan akan melepas 10% saham ke mitra strategis di 2010.

"Bakrie Toll Road akan kita IPO pada 2011," ujar Presiden Direktur PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) Hiramsyah S Thaib dalam paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (2/12/2009).

Menurut Hiramsyah, IPO Bakrie Toll Road akan direalisasikan setelah setidaknya 2 proyek tol perseroan beroperasi. Saat ini, baru ruas tol Kanci-Pejagan yang sudah beroperasi.

"Ruas Ciawi-Sukabumi dan Pejagan-Pemalang sedang dalam proses pembebasan lahan. Setidaknya 2 ruas berjalan, baru IPO Bakrie Toll Road direalisasikan," ujar Hiramsyah.

Hiramsyah belum dapat memberikan gambaran mengenai jumlah saham yang akan dilepas maupun dana yang akan diperoleh. Namun sebagai tahap awal, pada 2010 Bakrie Toll Road akan melepas 10% sahamnya ke mitra strategis.

"Tahun 2010, Bakrie Toll Road akan melepaskan 10% sahamnya ke mitra strategis sebagai langkah awal sebelum IPO di 2011," ujar Hiramsyah.

Selain itu, Bakrie Toll Road juga akan menerbitkan obligasi Rp 500 miliar di 2010. "Dananya untuk pengembangan proyek-proyek tol," jelasnya.

Sementara itu, ELTY sebagai induk Bakrie Toll Road juga berencana mencari pendanaan eksternal sebesar Rp 1 triliun di 2010. Kebutuhan dana ELTY di 2010 mencapai Rp 2 triliun.

"Kita sedang mengkaji beberapa opsi seperti obligasi, rights issue atau pinjaman bank. Kita juga masih punya standby facility dari Avenue sebesar US$ 55 juta," jelas Hiramsyah.

Avenue merupakan pemegang saham ELTY. Avenue memberikan komitmen pinjaman sebesar US$ 100 juta. ELTY telah mencairkan US$ 45 juta di 2009.

ELTY saat ini juga tengah melakukan pembicaraan dengan Limitless, anak usaha Dubai World. Limitless merupakan pemegang 30% saham di proyek Rasuna Epicentrum milik ELTY.

Hingga saat ini, Limitless belum melunasi seluruh dana pembelian 30% saham Rasuna Epicentrum. Oleh sebab itu, perseroan tengah mengkaji langkah selanjutnya mengenai investasi Limitless di ELTY.

"Kita harap Januari 2010 sudah finalisasi. Mereka itukan sedang kena bencana, jadi kita juga tidak bisa mendesak pelunasan segera," jelas Hiramsyah.

Kendati demikian, Hiramsyah mengakui kalau sudah ada sejumlah perusahaan yang berminat masuk mengambil alih kepemilikan Limitless di Rasuna Epicentrum.

"Kalau yang minat banyak. Tapi semua tergantung pembahasan nanti. Kita nggak bisa dong ngomongin kawin lagi, padahal cerai aja belum," ujarnya.
(dro/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads