Demikian diutarakan Direktur Keuangan Perseroan Christian Kartawijaya dalam jumpa pers di hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (2/12/2009).
INTP akan memulai pembangunan pabrik di awal 2010. Pada satu tahun ke depan, pabrik dapat memproduksi semen sebanyak 2-2,5 juta ton untuk dua pabrik penggilingan.
"Pabrik Citereup masih dalam tahap perencanaan. Waktu pembangunan 1-1,5 tahun," kata Christian.
Pemilihan Citereup sebagai lokasi pembangunan pabrik, dikarenakan potensi lahan di sana masih berjangka panjang. "Untuk Citereup ataupun Tarjun punya land reserve yang panjang, di atas 100 tahun," tambahnya.
Lanjut Corporate Secretary INTP Dani Handayani, nilai investasi yang disiapkan sebesar Rp 700 miliar. Ini setara dengan investasi US$ 35 untuk tiap ton produksi.
Pabrik ini merupakan lahan lama yang belum tergarap. "Kalau untuk kawasan green field, investasinya malah lebih mahal, yaitu US$ 100 untuk tiap ton produksi," imbuhnya.
Perseroan juga telah menyiapkan pembangunan pabrik lain di dua wilayah alternatif, yaitu Tarjun Kalimantan, ataupun Jawa Tengah. Saat ini sedang pada dilakukan studi geological.
"New factory akan dibangun paling lambat tahun depan. Waktu pembangunan 3-4 tahun. Kapasitas produksi diperkirakan 2-3 juta ton. Nilai investasi Rp 500-600 miliar," paparnya.
(wep/dnl)











































