"Obligasi masih kita kaji dulu. Namun jika kondisi pasarnya bagus, suku bunganya menarik, bisa saja kita terbitkan obligasi tahun depan," ujar Corporate Secretary JSMR, Okke Marlina dalam paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Rabu (2/12/2009).
Menurut Okke, pada tahun 2010 akan ada obligasi JSMR yang jatuh tempo sekitar Rp 650 miliar. Untuk pembayarannya, perseroan berencana menerbitkan obligasi baru
atau menggunakan pinjaman bank.
"Obligasi jatuh tempo tahun depan sekitar Rp 650 miliar, jatuh di Desember 2010. Kalau kondisi pasar tidak memungkinkan, kita masih punya opsi melunasinya dengan
pinjaman bank ditambah pendapatan kita selama Januari-Desember 2009," ujarnya.
Mengenai anggaran capex, perseroan menyiapkan dana sebesar Rp 3,1 triliun di 2010. "Capex tahun depan Rp 3,1 triliun,"
Dana tersebut akan digunakan untuk operasional rutin, pemeliharaan periodik dan peningkatan kapasitas jalan tol. Pendanaannya akan menggunakan kombinasi kas
internal, sisa dana IPO dan utang perbankan.
"Sisa dana IPO sekitar 20% dari capex, utang bank sekitar 50%, sisanya kas internal. Saat ini sisa dana IPO masih ada sekitar Rp 2,6 triliun," jelas Okke.
Untuk utang bank, perseroan akan mencairkan komitmen pinjaman dari bank-bank BUMN sebesar Rp 1,5 triliun di 2010. "Saat ini kita masih punya komitmen pinjaman dari bank-bank BUMN hingga Rp 16 triliun, sesuai dengan rasio utang terhadap ekuitas kita," jelasnya.
(dro/dnl)











































