Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 03 Des 2009 08:58 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Sebagian besar sahan US menguat untuk hari ketiga setelah The Fed mengatakan kondisi ekonomi meningkat dan kenaikan pada bahan baku logam mendorong penguatan saham produsen material dan menutupi penurunan pada saham energi dan perbankan. Alcoa Inc., Home Depot Inc., dan Verizon Communications Inc. mengalami kenaikan sedikitnya 1%.

Exxon Mobil Corp. dan Schlumberger Ltd. Memimpin penurunan saham energi setelah harga crude oil melemah akibat naiknya persediaan, sementara JPMorgan Chase & Co. turun setelah analis memprediksi pendapatannya akan turun $3 milyar. Indeks S&P 500 (-0.1%) 1,109.24 dan Dow Jones (-0.2%) 10,452.68. Pada perdagangan kemarin,penurunan bursa disebabkan oleh penurunan saham energi ketika crude oil sempat melemah 2% setelah keluarnya laporan pemerintah.

Regional Pagi: Bursa Jepang menguat, memicu penguatan seluruh 33 industri di Topix index, seiring pelemahan yen hingga ke level terendah lebih dari sepekan terhadap dollar setelah Federal Reserve mengatakan perekonomian AS membaik. Sony Corp.(+3%), setelah Beige Book dari Fed menunjukkan perekonomian AS membaik dari Oktober hingga pertengahan November. Honda Motor Co. (+3.5%). Sharp Corp. (+1.8%) menyusul peringkat saham dinaikkan menjadi 'neutral' dari 'sell' oleh UBS AG. Nikkei 225 (+1.8%) 9,778.77. KOSPI INDEX (+0.55%) 1,600.40. S&P/ASX 200 INDEX (+0.37%) 4,780.10. STI (+0.18%) 2,801.24.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Harga minyak kembali diperdagangkan di bawah $77/barel setelah pemerintah melaporkan peningkatan persediaan. Minyak turun 2.3% setelah Departemen Energi melaporkan pasokan gasoline naik 4 juta barel menjadi 214.1 juta. Crude Oil (+0.37%) $76.9/bbl, CEO Newmont Mining Corp. memperkirakan harga bullion akan naik menjadi $1.350/oz tahun depan dan dapat menyentuh $1.500 dalam dua tahun akibat melemahnya dolar dan tingginya permintaan investasi.

Harga spot emas +0.7% menjadi $1.224.45/oz. Gold (+0.7%) $1.224/oz, CPO (+0.1%) 2.418RM/MT, Nickel (+0.3%) $16.300/MT, Tin (+0.3%) $15.250/MT. Copper Menyentuh Level 14 Bulan Tertinggi. Harga copper terus naik akibat spekulasi reboundnya perekonomian global akan meningkatkan permintaan untuk logam. Goldman Sachs mengatakan pasar logam akan terus maju akibat adanya kemungkinan defisit pasokan dalam 18 bulan mendatang. Copper untuk pengiriman Maret +0.9% menjadi $3.2585/pound.


Economic & Industrial News

Economic: BI Rate Diprediksi Bertahan di 6,5%

BI mengindikasikan akan mempertahankan BI rate tetap di level 6,5% walaupun inflasi FY09 diprediksi di bawah 3%, guna mengantisipasi kemungkinan lonjakan inflasi di 2010. Namun, kepastian BI rate akan diputuskan pada hari ini .

Mining: Laba Freeport 2009 Bisa Capai US$ 2,33 Miliar

PT Freeport Indonesia memperkirakan laba bersih tahun ini akan mencapai US$ 2,33 miliar atau mengalami kenaikan sekitar 149 persen dari tahun 2008 yang sebesar US$ 934,8 juta. Perkiraan laba bersih PTFI di tahun 2009 berdasarkan perkiraan harga rata-rata tembaga US$ 2,45 per pound dan harga rata-rata emas US$ 953 per ons selama 2009. Perkiraan laba bersih ini juga bergantung pada tingkat pencapaian fasilitas produksi, pengaruh cuaca dan faktor-faktor lainnya.

Economic : 22 Negara Berkembang Potong Tarif 20%

Sebanyak 22 negara berkembang yang tergabung dalam Global System of Trade Preferences (GSTP) kemarin sepakat memotong tarif perdagangan di antara mereka sebesar 20%. GSTP sepakat memotong tarif sampai sedikitnya 20% untuk sekitar 70% barang yang diperdagangkan di antara negara-negara kelompok tersebut.

Ke-22 negara itu adalah Indonesia, Al jazair, Argentina, Brasil, Cile, Kuba, Korea Utara, Mesir, India, Iran, Malaysia, Meksiko, Maroko, Nigeria, Pakistan, Paraguay, Korea Selatan, Sri Lanka, Thailand, Uruguay, Vietnam, Zimbabwe. GSTP merupakan kerangka kerja sama ekonomi dan peningkatan perdagangan di antara negara berkembang anggota G-77 lewat pertukaran preferensi dagang.

Corporate news

TLKM: Bidik BTEL, Lunasi Utang Rp5 T

TLKM menyatakan tengah bernegosiasi awal untuk mengakuisisi atau merger dengan sejumlah operator telekomunikasi skala menengah termasuk BTEL pada 2010. Sementara itu, perseroan segera melunasi utang berjatuh tempo pada 2009 senilai Rp5 triliun dari outstanding Rp25 triliun berasal dari kas internal.

BBCA: Patok Suku Bunga Kredit Korporasi di Bawah 11%

BBCA mematok suku bunga kredit korporasi dibawah 11%. Saat ini rata-rata suku bunga kredit BCA berada di kisaran 10% hingga 12%.Sedangkan, untuk suku bunga KPR saat ini berada di posisi 9,9% dan UMKM antara 11% - 12%. Hingga November, BBCA telah menurunkan bunga kreditnya sebesar 300 bps.

INTP: Akan Bangun 2 Pabrik Rp1,4 T

INTP akan membangun dua pabrik penggilingan semen senilai Rp1,4 triliun meliputi di Citereup, Jabar dan Tarjun, Kalsel masing-masing Rp700 miliar pada 2010-2013. Sementara itu, perseroan memprediksi capex FY10 sebesar Rp750 miliar, sebanyak Rp550 miliar untuk perawatan dan penggantian suku cadang dan Rp200 miliar untuk pembayaran awal pabrik yang dibangun.

Perseroan juga memprediksi pertumbuhan volume penjualan semen di FY10 sebanyak 6% yoy jadi 14 juta ton sedangkan kapasitas produksinya +8,8% yoy jadi 18,6 juta ton vs target FY09 17,1 juta ton.

AALI: Penjualan CPO 11M09 Capai 1 Juta Ton

AALI mencatat penjualan CPO pada 11M09 mencapai 1 juta ton berasal dari domestik 90% dengan pangsa pasar 20%. Total luasa lahan perkebunan perseroan mencapai 260.000 ha dan 70 ribu ha belum tertanam. Perseroan menragetkan penjualan CPO FY09 di atas 1 juta ton.

BMRI: Biayai Industri Kelapa Sawit Rp 35 Triliun

Hingga akhir Oktober 2009, BMRI mengalokasikan kredit ke sektor perkebunan kelapa sawit senilai Rp 35 triliun, naik 16% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor tersebut dipilih mengingat prospeknya yang bagus.

IPO: Bakrie Toll Kaji IPO 30% Saham

Anak usaha ELTY, Bakrie Toll menjajaki IPO 30% saham pada 2011. Selanjutnya, perseroan akan mengoperasionalkan 2-3 ruas tol sebelum IPO digelar.

Rumor

Harga saham ANTM berpotensi ke Rp3.000/saham, seiring semakin dekatnya perseroan membentuk joint venture dengan mitra asing untuk mengembangkan proyek nikel.

Harga saham SRSN berpotensi ke Rp100/saham, seiring kabar masuknya dana asing untuk ekspansi perseroan di bidang agrokimia.

Technical Picks


  • AALI (23.750) – SELL on Strength
  • ASII ( 32.550) – HOLD
  • SMGR (7100) – Speculative BUY
  • KLBF (1280) – HOLD.
 

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads