Demikian dikatakan oleh Presiden Direktur BFI, Francis Lay dalam Due Diligence Meeting & Public Expose di Hotel Aryaduta, Jakarta, Kamis (03/12/2009).
Obligasi BFI II terdiri dari 3 seri yang ditawarkan yakni :
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Seri B dengan tingkat bunga tetap sebesar 11,75%-12,75% pertahun dengan jangka waktu 18 bulan. Jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 50 miliar.
- Seri C dengan tingkat bunga tetap sebesar 12,25%-13,25% pertahun dengan jangka waktu 24 bulan. Jumlah pokok yang ditawarkan sebanyak-banyaknya Rp 75 miliar.
Obligasi ini ditawarkan dengan nilai 100 % dari jumlah pokok obligasi. Masa penawaran obligasi ini dilakukan tanggal 30 Desember 2009 hingga 4 Januari 2010. Sementara itu, bookbuilding dilakukan tertanggal 3 Desember 2009.
"Sementara itu, akan listing (pencatatan di BEI) pada tanggal 7 Januari 2010," ujar Francis.
Perseroan menunjuk PT Danareksa Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi senilai Rp 200 miliar ini dan wali amanat PT Bank Mega.
Penerbitan obligasi ini, lanjut Francis guna meningkatkan bisnis usaha perseroan yang bergerak melayani pembiayaan dengan target usaha kecil dan menengah.
"Kendaraan niaga memiliki kontribusi terbesar yakni 90% dalam portofolio pembiayaan konsumen," tuturnya.
Pembiayaan kendaraan terbesar yakni jenis Minibus 44%, Truk 20 %, Jeep 12%, Sedan 11%, Pick-up 11%, motor 1% dan lainnya 1%. Sampai dengan bulan Juli 2009 aset BFI capai Rp 2,8 trilim dengan laba Rp 162 miliar per Juli 2009.
Tahun depan, Francis mengatakan akan menargetkan pembiayaan hingga Rp 3 triliun. "Selain itu pada tahun depan juga perseroan berencana melakukan right issue (penawaran umum saham terbatas)," tambah Francis.
(dru/epi)











































