mengkaji opsi penerbitan obligasi konversi.
Menurut Direktur Keuangan MEDC Cyrill Noerhadi, perseroan masih memiliki waktu satu tahun untuk memutuskan opsi yang akan diambil.
"Belum bisa menentukan mana opsi yang akan dipilih," katanya pada paparan publik perusahaan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (3/12/2009).
Mengenai anggaran belanja modal (capital expenditure /capex), MEDC menyiapkan dana sebesar US$ 150 juta untuk tahun 2010. Dana tersebut akan dialokasikan
untuk kebutuhan rutin dan pertumbuhan anorganik. Sedangkan, kebutuhan rutin dipenuhi dari project financing .
Cyrill mengungkapkan, pada tahun 2009, capex telah terpakai sebesar US$ 107,3 juta hingga Juni 2009. Sebesar 97,4% digunakan untuk kebutuhan minyak dan gas,
2,4% industri hilir, dan 0,1% ketenagalistrikan.
MEDC juga tengah mengkaji pembelian kembali (buyback ) utang obligasi dolar. Per Juni 2009, perusahaan memiliki utang obligasi dolar sebesar US$ 88,9 juta. Utang tersebut akan jatuh tempo pada 2010.
"Kami akan melihat dampaknya masing-masing," jelasnya.
(dro/dnl)











































