"Produksi batubara ditargetkan 45-50 juta ton di 2010," ujar Deputy Corporate Secretary ADRO, Devindra Ratzarwin dalam paparan di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (3/12/2009).
Pada tahun 2009, perseroan memprediksikan produksi batubara sebanyak 41 juta ton. Proyeksi pendapatan dari sektor batubara diperkirakan sebesar Rp 26 triliun. "Secara sederhana, perkiraan pendapatan konsolidasi sekitar Rp 28 triliun. Tapi itu belum final," ujarnya.
Pendapatan tersebut diperoleh dengan perkiraan harga rata-rata batubara sebesar US$ 65 per ton di 2009. Untuk tahun 2010, ADRO memproyeksikan akan ada penurunan harga rata-rata batubara. "Namun belum bisa ditentukan seberapa besar penurunannya," ujarnya.
Kendati demikian, perseroan optimis mampu mencapai target produksi sebanyak 45-50 juta ton di 2010. Dengan pencapaian tersebut, ADRO memperkirakan pertumbuhan pendapatan sebesar 10% di 2010.
Mengenai anggaran belanja modal (capital expenditure /capex), perseroan menyiapkan dana US$ 350 juta di 2010. Dananya akan digunakan untuk penambahan armada tongkang, membeli peralatan alat berat PT Sapta Indra Sejati serta melakukan kerjasama dengan Shell.
"Dana capex diambil dari penerbitan obligasi senilai US$ 800 juta beberapa waktu yang lalu," ujarnya.
(dro/dnl)











































