Demikian dijelaskan pada paparan dalam acara Investor Summit di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (3/12/2009) malam.
Menurut SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava, perseroan telah menyiapkan roadmap pengembangan usaha (organik) yang dicanangkan hingga 2013.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Melalui investasi pengembangan kapasitas produksi batubara di dua usaha yang menjadi sumber pendapatan utama BUMI ini, perseroan menargetkan peningkatan laba sebelum bunga, pajak, demortisasi dan amortisasi (EBITDA) sebesar US$ 800 juta per tahun.
Jika skema ini berhasil, maka produksi batubara BUMI akan meningkat lebih dari 200% dalam waktu kurang dari 9 tahun atau meningkat hampir 50% dalam waktu kurang dari 4 tahun.
Saat BUMI mengakuisisi KPC dan Arutmin pada tahun 2003, produksi batubara masih sebesar 30 juta ton per tahun. Pada tahun 2008, produksi batubara BUMI sebanyak 50 juta ton lebih.
BUMI juga tengah melakukan ekspansi besar-besaran di sektor komoditas non batubara. Investasi yang disiapkan BUMI untuk pengembangan 4 proyek terkini perseroan yaitu, proyek Dairi milik Herald Resources Ltd, proyek Gorontalo dan Citra Palu, proyek Mauritania serta proyek PT Fajar Bumi Sakti dan PT Pendopo Energi Batubara mencapai US$ 1,161 miliar.
Melalui pengembangan 4 proyek tersebut, BUMI menargetkan peningkatan EBITDA sebesar US$ 1,4 miliar per tahun, sehingga total peningkatan EBITDA yang akan diperoleh BUMI melalui investasi senilai US$ 2,261 miliar ini mencapai US$ 2,2 miliar per tahun. (dro/qom)











































