Demikian hal itu dikemukakan oleh Menteri Negara BUMN Mustafa Abubakar di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (4/12/2009).
"Setelah BTN (PT Bank Tabungan Negara), IPO berikutnya PP. Desember ini kan tidak bisa," katanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, BUMN konstruksi itu berencana mengelar IPO pada awal Desember 2009. Rencananya, PP bakal melepas 30-35 persen sahamnya ke lantai bursa. Sedangkan target raupan dananya mencapai Rp 1,5 triliun.
Β
PP telah menunjuk konsorsium DBS Securities, Danareksa Sekuritas, dan Mandiri Sekuritas sebagai penjamin emisi dalam aksi korporasi tersebut. Sebelumnya, IPO PP ditargetkan bisa berlangsung di penghujung tahun 2009.
Rencana privatisasi salah satu BUMN karya ini masuk dalam program 100 hari Kementerian Negara BUMN.
(ang/qom)











































