"IHSG sepanjang pekan lalu bergerak menguat +4,93% ditutup pada level 2.511,545. Keberhasilan indeks menembus kembali level 2.500, didorong oleh pengumuman deflasi November, yang memberikan optimisme bahwa inflasi tahun ini masih berada dalam target pemerintah," jelas Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas dalam reviewnya, Senin (7/12/2009).
Seperti diketahui, BPS melansir terjadi deflasi 0,03% selama November. Angka yang cukup mengejutkan investor itu langsung direspons positif oleh pelaku pasar.
Menurut Purwoko, data cadangan devisa serta naiknya harga komoditas juga turut memberikan kontribusi sentimen positif bagi indeks. Sementara dari faktor eksternal adalah meredanya efek dari kasus Dubai World, setelah Bank sentral UAE berjanji turun tangan pada masalah ini.
"Langkah Bank sentral Jepang yang akan menyuntikkan dana ke pasar untuk memicu aktifitas perekonomian juga terlihat mendorong naiknya harga komoditas seiring dengan ekspektasi meningkatnya demand akan komoditas," imbuh Purwoko.
Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:
- Senin (30/11/2009), IHSG menguat hingga 22.318 (0,93%) ke level 2.415,837.
- Selasa (1/12/2009), IHSG menguat 36,664 poin (1,51%) ke level 2.452,501.
- Rabu (2/12/2009), IHSG menguat hingga 19,063 poin (0,78%) ke level 2.471,564.
- Kamis (3/12/2009), IHSG menguat 28,473 poin (1,15%) ke level 2.500,037.
- Jumat (4/12/2009), IHSG naik 11,508 poin (0,46%) ke level 2.511,545.
Untuk pekan ini, IHGS diprediksi hanya akan menguat terbatas dengan dorongan sentimen positif dari bursa-bursa utama dunia. Namun profit taking akan terus menerpa perdagangan saham, sehingga menghambat laju rally IHSG.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa Tokyo memulai perdagangan Senin (7/12/2009) dengan penuh semangat dan kembali menembus level 10.000. Indeks Nikkei-225 dibuka menguat hingga 154,57 poin (1,54%) ke level 10.177,16.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
Panin Sekuritas:
Untuk pekan ini, kami perkirakan indeks akan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat terbatas seiring dengan bullish rally yang terjadi. Indeks terlihat akan menguji level resistance 2.540-2.570 dengan support level 2.470-2485. Meski demikian, perlu diperhatikan kemungkinan akan terjadinya profit taking mengingat kenaikan dalam beberapa hari terakhir sudah cukup signifikan. Saham berbasis komoditas, properti, dan beberapa saham second liner masih cukup menarik untuk trading jangka pendek di pekan ini.
(qom/qom)











































