Penguatan Bursa Tokyo yang membuat indeks Nikkei-225 menembus level 10.000 tak membuat investor di lantai bursa semangat. IHSG justru tersapu profit taking setelah kenaikan yang cukup besar pada pekan lalu.
Pada perdagangan Senin (7/12/2009) sesi I, IHSG ditutup melemah 10,9 poin (0,43%) ke level 2.500,645. Indeks LQ 45 juga melemah 2,613 poin (0,52%) ke level 495,493.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Hang Seng melemah 139,27 poin (0,62%) ke level 22.358,88.
- Indeks Nikkei-225 menguat 140,55 poin (1,40%) ke level 10.163,14.
- Indeks Straits Times menguat 11,01 poin ke level 2l802,02.
Perdagangan berjalan cukup sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar hanya 33.948 kali pada volume 1.685 juta lembar saham senilai Rp 1,144 triliun. Sebanyak 56 saham naik, 81 saham turun dan 61 saham stagnan.
Saham-saham yang menguat harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 150 menjadi Rp 33.350, London Sumatera Indonesia (LSIP) naik Rp 100 menjadi Rp 8.500, Indofood (INDF) naik Rp 10 menjadi Rp 3.350, Telkom (TLKM) naik Rp 50 menjadi Rp 9.300.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain PGN (PGAS) turun Rp 150 menjadi Rp 3.950, BRI (BBRI) turun Rp 100 menjadi Rp 7.800, Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 75 menjadi Rp 2.300, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 50 menjadi RP 4.550, United Tractor (UNTR) turun Rp 50 menjadi Rp 15.150.
(qom/qom)











































