"Fase I sudah hampir selesai, akhir Desember ini sudah bisa beroperasi. Dana yang sudah dikeluarkan US$100 juta. Fase II akan kami kerjakan setelahnya, dengan perkiraan biaya investasi sekitar US$ 130-140 juta," kata Direktur PT AKR Corporindo Tbk Suresh Vembu di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD, Jakarta, Senin (7/12/2009).
Ia menjelaskan, terminal fase I akan menambah kapasitas tangki perseroan sebanyak 250 ribu kilo liter (KL). Hingga pada 2010, total kapasitas AKRA menjadi 430 ribu KL.
"Jika fase II selesai, maka total kita mencapai lebih dari 500 ribu KL, karena kapasitas pada fase II mencapai 200 ribu KL," ujar Suresh.
Dana pembiayaan US$ 100 juta pada fase I, didapatkan perseroan dari internal cash dan pembiayaan dari konsorsium bank asing. "US$ 60 juta kami dapat dari konsorsium bank Eropa, seperti Belanda, Jerman, dan AIG Eropa. Sisanya dari internal," jelasnya.
Perseroan menggandeng Royal Vopak untuk proyek pengerjaan Terminal BBM. Terminal ini menghubungkan tangki ke dermaga dengan jetty yang berada di bawah dasar laut.
"Pipa berada di 33 m bawah dasar laut. Dengan panjang pipa sekitar 700 m. Kami siap dengan dua pipa, jadi jika fase II selesai, tinggal pasang," imbuhnya.
Perseroan juga menargetkan pertumbuhan 25% volume penjualan BBM, atau setara dengan 250 ribu KL pada tahun depan. Saat ini, penjualan BBM AKRA tercatat 1 juta KL.
"Pasti ada perkembangan di tahun depan, ya angkanya belum pasti, tapi sekitar 20-25%," paparnya.
(wep/dnl)











































