Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 08 Des 2009 08:54 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham US kembali melemah akibat investor berspekulasi pertumbuhan ekonomi tidak cukup cepat untuk melindungi bank dari kerugian real estate. Saham keuangan pada S&P 500 -1.6% setelah Wells Fargo, JPMorgan Chase & Co. turun lebih dari 1% setelah presiden The Fed mengatakan US menghadapi 'formidable headwinds'.

Exxon Mobil Corp -0.7% setelah crude oil turun 2% dalam emapat hari. Dollar menguat ke level tertingginya terhadap euro dalam sebulan. Indeks S&P 500 (-0.36%) 1,103.25 dan Dow Jones (+0.01%) 10,390.11.

Regional Pagi: Bursa Jepang melemah untuk pertama kalinya dalam 7 hari terakhir, dengan kekhawatiran penurunan pendapatan luar negeri setelah Chairman Federal Reserve Ben S. Bernanke mengatakan perekonomian AS menghadapi "formidable headwinds".

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Canon Inc. (-0.8%). Toyota Motor Corp. (-0.8%). Mizuho Financial Group Inc. (-1.2%) Nikkei 225 (-0.6%) 10,106.80. KOSPI INDEX (-0.11%) 1,630.81. S&P/ASX 200 INDEX (+0.14%) 4,683.00. STI (+0.22%) 2,803.04.

Commodity: Crude oil diperdagangkan di kisaran $74/barel setelah presiden The Fed mengatakan perekonomian US akan menghadapai pasar tenaga kerja yang lemah dan kredit yang ketat dan mensinyalir akan menurunnya permintaan bahan bakar. Crude oil untuk Januari diperdagangkan $74.16/barel. Crude Oil (+0.38%) $74.2/bbl, Gold (-0.01%) $1.158/oz, CPO (+1.4%) 2.448RM/MT, Nickel( -0.03%) $16.000/MT, Tin (-2.1%) $14.950/MT.


Economic & Industrial News

Economic : Realisasi Pajak Capai 85%

Ditjen Pajak optimistis meraih target penerimaan pajak sebesar Rp528 T, setelah realisasi penerimaan pajak hingga akhir November mencapai 85% dari target APBNP 2009. Pada awal November, Depkeu sempat menyampaikan Laporan mengenai kemungkinan terjadinya shortfall (kekurangan penerimaan) pajak. Menkeu beralasan realisasi penerimaan pajak di bawah target tersebut disebabkan oleh perlambatan pertumbuhan ekonomi serta penurunan impor dan ekspor.

Economic: Fortis Bidik Dana Asing Rp2 Triliun

PT Fortis Investment pada tahun depan menggencarkan upaya menarik investor asing ke pasar modal indonesia, sehingga porsi dana kelolaan dari investor asing diharapkan mencapai 10% dari total kelolaan.

Berdasarkan dana kelolaan perseroan per September 2009 yang mencapai Rp20 triliun, target dana asing di Fortis tersebut setara dengan Rp2 triliun.

Property: CLSA akan Investasi US$ 815 Juta di Asia

Perusahan investasi CLSA telah menerima komitment dana mencapai US$ 815 juta untuk investasi asset properti di kawasan Asia. Pasar real estate kawasan tersebut di yakini telah pulih dan memberikan potensi keuntungan yang menjanjikan. CLSA Asia Pasifik, melalui anak usahanya CLSA Capital Partners berhasil mengumpulkan modal investasi dari dana pensiun, asuransi dan wakaf melalui produknya Fubon Capital II.

Hasil Riset CLSA Asia Pacific memprediksi bahwa harga hunian di Indonesia berpotensi naik 10-15% pada tahun 2010 mendatang.

Corporate news

BUMI: Dapat Aliran Dana US$ 150 Juta dari JPMorgan

PT Bumi Resources Tbk (BUMI) kembali mendapatkan pinjaman dari JP Morgan senilai US$ 150 juta yang akan digunakan sebagai cadangan investasi perseroan.

Penandatangan perjanjian telah dilakukan pada 7 Desember 2009 antara JP Morgan Chase Bank NA sebagai original lender dan arranger , JP Morgan Chase Bank NA cabang Hong Kong sebagai facility agent dan security agent dengan BUMI.

BUMI: Delisting Herald Awal 2010

BUMI melalui Calipso Investment Pte Ltd akan delisting saham Herald Resources Ltd dari Australian Securities Exchange (ASX) pada awal 2010. Saat ini, BUMI melalui Calipso memiliki 205.912.956 saham atau setara dengan 98,39% saham Herald melalui penawaran tender terakhir yang ditutup pada 20 Oktober 2009 dengan harga AUD 0,93 per saham.

ANTM: Bidik Kenaikan Penjualan Feronikel pada 2010

ANTM, perusahaan tambang milik negara menargetkan kenaikan penjualan feronikel hingga hampir 60% pada 2010 setelah perusahaan mengoperasikan kembali tempat peleburan feronikel ketiganya, FeNi 3 yang berkapasitas 15.000 ton. Sebelumnya ANTM mengekspektasikan akan memproduksi sebanyak 17.000 ton ferronickel pada 2010 dan 12.000 ton di tahun ini.

MLBI : Asia Pasific Akuisisi Multi Bintang Rp 2.23 T

Asia Pasific Breweries Ltd akan mengakuisisi saham PT Multi Bintang Indonesia dengan nilai sekitar Rp 2.33 triliun. Perusahaan asal Singapura tesebut akan mengambil alih sebanyak 13.71 saham.

PTBA: Indonesia Power Bayar Tunai Tagihan ke PTBA

PTBA akhirnya mendapatkan kepastian pembayaran piutang atas penjualan batubara kepada PT Indonesia Power senilai Rp 1,6 trilliun yang akan dibayarkan secara tunai pada pertengahan Desember 2009. Pelunasan utang Indonesia Power akan berdampak positif bagi kekuatan pendanaan PTBA dalam melakukan aksi korporasi, yaitu meningkatkan kapasitas produksi, membangun infrastruktur kereta api dan rencana akuisisi beberapa perusahaan batubara.

BNBR : Laba Bakrie turun 95.42%

PT Bakrie & Brothers membukukan laba bersih per kuartal III-2009 sebesar Rp 40.48 miliar atau turun 95.42% dibandingkan tahun lalu. Direktur keuangan Bakrie menjelaskan penurunan ini dikarenakan kontribusi anak usaha hingga kuartal III lebih kecil akibat kepemilikan saham Bakrie pada anak usaha telah menyusut. Kepemilikan BNBR pada BUMI menjadi 16.46%, pada ELTY 14.57%, pada BTEL 45.58%, dan UNSP menjadi 26.98%.

BBRI : BRI Tetapkan Kupon Subdebt 10.95%

BRI menetapkan kupon obligasi subordinasi sekitar 10.95% dengan nilai 2 triliun. Perseroan juga memutuskan untuk tidak menaikkan nilai emisinya. BRI berencana menggunakan dana hasil penerbitan subdebt untuk menambah penyaluran kredit. Perseroan menargetkan total kredit pada 2010 sebesar Rp 25-30 triliun.

SOBI : Finalisasi Akuisisi Bumi Tapioka

PT Sorini Agro Asia Corporindo tengah memfinalisasi akuisisi PT Bumi Tapioka Jaya senilai Rp 50 miliar. Panandatangan kesepakatan akan dilakukan bulan ini. Akuisisi ini dapat menambah kapasitas produksi SOBI agar menjadi produsen terbesar di pasaran.

AKRA : AKR PAsarkan BBM Bersubsidi

PT AKR Corporindo mulai 2010 akan memasarkan bahan bakar minyak bersubsidi untuk zona I Sumatera Selatan dan Zona IV di Kalimantan dan Sulawesi. BPH Migas telah menunjuka AKR untuk mendistribusikan BBM bersubsidi. Perseroan menargetkan volume penjualan BBM sekitar 3.-35% atau sekitar 1.3 juta kiloliter.

ADMF : Bunga Kredit Adira Turun

ADMF menyatakan saat ini bunga kredit yang diberikan kepada konsumen turun dari posisi sebelumnya yang masih di atas 28% efektif. Chief Operating Officer Adira Finance mengatakan pada saat ini perseroan menerapkan bunga kredit antara 26% dan 28% lebih rendah dari level sebelumnya mengikuti penurunan beban
bunga dari pinjaman bank.

IPO: Bosowa akan Lepas 20% Saham PT Semen Batam

Bosowa Corporation akan melepas 20% saham anak usahanya, PT Semen Batam ke bursa melalui penawaran publik perdana (IPO). Langkah itu dilakukan setelah perusahaan tidak berhasil menggelar IPO PT Semen Batam. Sebelum melepas 20% saham ke bursa, perseroan akan melakukan strategic sale dengan melepas 30% saham kepada investor Timur Tengah. Enterprise Semen Batam mencapai Rp600 miliar, dengan perhitungan Bosowa Corporation akan meraup dana sebesar Rp180 miliar dari pelepasan 30% saham ke investasi Dubai, serta Rp120 miliar dari IPO.
     
Rumor

Harga saham META berpotensi menuju Rp 150 dalam jangka pendek. Menurut sumber, perseroan akan melanjutkan kembali rencana right issue dalam waktu dekat. Grup Bosowa siap menjadi pembeli siaga tunggal setelahPT Leyand International mundur.

Harga saham APLI berpeluang menuju kisran Rp 90-100 dalam jangka pendek dan menengah. Kabarnya perseroan segera mendapat suntikan dana dari Timur Tengah guna mendukung rencana ekspansi. Selain itu, kabarnya perusahaan mendapat pengurangan pajak produksi yang akan berdampak positif.

Corporate Actions

Hari ini (8/12), Cum dividen PGAS Rp10/saham, Ex dividen (9/12)
Hari ini (8/12), Cum dividen BATA Rp1.088/saham, Ex dividen (9/12)

Technical Picks

ASII (33.400) – HOLD
BBRI (7.850) – SELL
LSIP (8400) – SELL
LTLS (760) – Speculative BUY.

(etr/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads