Demikian disampaikan Investor Relations PT Astra Agro Lestari Tbk. Tjahyo D.A. dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia, Selasa (8/12/2009).
Disisi lain, produksi Harvested FFD (TBS) AALI juga mengalami kenaikan tipis 9%, dari 3,62 juta ton pada Januari - November 2008 menjadi 3,95 juta ton di periode yang sama tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjahyo menambahkan, pada tahun 2010 diperkirakan produksi CPO dunia akan meningkat 6%, menjadi 47 juta ton. Bandingkan pada periode yang sama tahun lalu, sebesar 44,35 juta ton.
Indonesia dan Malaysia tercatat sebgai negara yang memberi kontribusi terbesar untuk produksi CPO dunia. Indonesia tercatat mampu menghasilkan 22,2 juta ton CPO atau setara dengan 47,2% dari total produksi CPO dunia. Sementara Malaysia 17,9 juta ton atau 38,1%.
Sampai akhir 2009, diperkirakan total produksi CPO Indonesia akan meningkat 6,8%, dari 19,2 juta ton pada tahun sebelumnya menjadi 20,5 juta ton. Sedangkan untuk Malaysia, akan terjadi penurunan produksi CPO sebanyak 1,8% dari 17,74 juta ton di 2008, menjadi 17,42 juta ton di 2009.
(wep/qom)










































