IHSG-Rupiah Tak Banyak Terpengaruh Demo 9 Desember

IHSG-Rupiah Tak Banyak Terpengaruh Demo 9 Desember

- detikFinance
Selasa, 08 Des 2009 10:53 WIB
IHSG-Rupiah Tak Banyak Terpengaruh Demo 9 Desember
Jakarta - Demo besar-besaran akan terjadi pada Rabu, 9 Desember besok. Namun aksi massa itu diperkirakan tidak akan memberikan pengaruh yang besar bagi pasar saham ataupun nilai tukar rupiah.

"Pengaruh pasti ada, namun seberapa dalam pengaruh selanjutnya tetap tergantung pada fundamental ekonomi dan faktor regional," jelas ekonom BII Samuel Ringoringo dalam perbincangannya dengan detikFinance, Selasa (8/12/2009).

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelumnya memberi peringatan akan ada gerakan sosial pada 9 Desember di Jakarta. Dia menengarai akan ada gerakan dari sejumlah pihak yang bermotif politik dengan berbalut Hari Antikorupsi Internasional yang jatuh pada hari itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Samuel menegaskan, aksi massa pada 9 Desember tersebut mestinya tidak akan memberikan pengaruh yang besar. Situasi yang sekarang, menurut dia, berbeda dengan kondisi tahun 1998 ketika aksi demo berakhir dengan kerusuhan.

Indonesia saat ini didukung oleh faktor fundamental ekonomi yang kuat sehingga pelaku pasar masih merasa nyaman.

"Kalau dulu tahun 1998 sentimen lokal cukup kuat berpengaruh, rasio utang kita terhadap PDB sangat besar. Tapi sekarang kan rasio utang sudah tidak sebesar dulu, dan secara fundamental Indonesia relatif tidak ada masalah," imbuhnya.

Namun Samuel mengingatkan, kondisi transaksi yang sangat tipis di akhir tahun membuat pasar sangat rentan terhadap munculnya sentimen-sentimen tertentu.

"Bagi mereka yang sudah mengambil posisi, disarankan untuk wait and see dulu," saran Samuel.

Berdasarkan data BPS, inflasi secara year on year tercatat hanya 2,41%, dan pada November terjadi deflasi 0,03%. Dengan melihat inflasi tersebut, BI Rate dipertahankan di kisaran 6,5%. Presiden SBY bahkan menyatakan perekonomian Indonesia terus membaik dan inflasi terendah dalam 20 tahun terakhir.

Samuel menjelaskan, untuk pekan ini pergerakan pasar saham dan nilai tukar rupiah akan dipengaruhi oleh data-data perekonomian AS dan juga kabar politik seputar hak angket Bank Century.

"Dan karena tingginya kemungkinan profit taking di pasar saham dan surat utang, maka kami yakin volatilitas masih akan ada di pasar," ujarnya.

Ia memperkirakan rupiah pada pekan ini hanya akan bergerak pada kisaran 9.400-9.500 per dolar AS. Dan hingga akhir tahun, rupiah diprediksi akan melemah pada level 9,540 per dolar AS.
(qom/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads