Rencana Demo 9 Desember Membuat Pasar Cemas

Rencana Demo 9 Desember Membuat Pasar Cemas

- detikFinance
Selasa, 08 Des 2009 12:04 WIB
Rencana Demo 9 Desember Membuat Pasar Cemas
Jakarta - Pasar menyesalkan pidato Presiden Susilo Bambang Yudoyono (SBY) atas isu aksi massa 9 Desember 2009 besok. Investor tentu akan bereaksi negatif, jika pernyataan berlebihan yang dilontarkan SBY sering terjadi.

"Presiden tidak perlu melakukan statement yang berlebihan. Ini akan membuat pasar cemas dan bereaksi negatif," ujar pengamat ekonomi Aviliani kepada detikfinance Selasa (8/12/2009).

Ia menjelaskan, pasar sangat sensitif terhadap isu yang berkembang. Apalagi isu tersebut dilontarkan secara pribadi oleh seorang kepala negara.

"Sebagai kepala negara, harusnya SBY bisa lebih tenang. Komunikasi yang dilakukan SBY tentu akan mempengaruhi perilaku pasar ataupun masyarakat," katanya.

Menurutnya, SBY membutuhkan sebuah tim komunikasi yang baik. Tidak seperti saat ini, Presiden seakan berjalan sendiri tanpa ada arahan dari tim komunikasinya.

"Pemerintah dahulu ada Andi Malarangeng. Hingga setiap isu yang berkembang, Presiden bisa mengkomunikasikan kepada masyarakat melalui tim PR-nya. Jangan membuat kaget. Jangan sampai terjadi, isu kecil mendapat reaksi yang besar, sedangkan isu besar tidak terdengar gaungnya," tambahnya.

Sampai saat ini, lanjut Aviliani, pasar masih dalam kondisi stabil. Belum ada reaksi negatif atas rencana aksi masa tanggal 9 Desember besok dalam memperingati hari korupsi.

"Pasar akan beraksi esok. Jika memang dinilai aksi masa menjadi anarkis, tentu pasar juga akan memanfaatkan situasi yang ada, dengan mengambil untung sesaat," paparnya.

Namun, jika aksi kekerasan kembali terjadi, maka dalam jangka panjang tentu iklim investasi tidak lagi kondusif.

Ditambahkannya, saat ini stakeholder terkesan berjalan sendiri-sendiri.Β  Hingga tidak terjadi kesatuan gagasan dalam memecahkan masalah bangsa yang terjadi.

"Presiden berjalan sendiri, DPR juga. DPR juga diharapkan bisa lebih tenang, dan jangan malah jalan masing-masing," imbuh Aviliani.

Setelah menghadiri Rapimnas III Partai Demokrat (PD) minggu lalu, diharapkan terjadi perubahan sikap dari Presiden SBY. Sikap yang menjadi bijak dalam menghadapi isu, menjadi harapan seluruh stakeholder .

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads