Dolar AS Diburu Gara-gara Yunani

Dolar AS Diburu Gara-gara Yunani

- detikFinance
Rabu, 09 Des 2009 07:18 WIB
Dolar AS Diburu Gara-gara Yunani
New York - Investor kembali berbondong-bondong memburu dolar AS yang dianggap sebagai tempat lindung investasi paling aman. Hal itu terjadi setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat utang jangka panjang Yunani dan menggambarkan prospek pembiayaannya sebagai negatif.

Standard & Poor's sebelumnya juga menempatkan peringkat Yunani dalam 'negatif watch list', sekaligus memberikan peringatan akan menurunkan peringkat Yunani juga jika pemerintah gagal mengambil langkah-langkah untuk mengurangi belanja yang berlebihan.

Pada perdagangan Selasa (8/12/2009) di New York, euro merosot hingga 1,4703 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4819 dolar. Euro bahkan sempat menyentuh level 1,4681 dolar, atau di bawah level 1,47 dolar AS untuk pertama kalinya dalam satu bulan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun dolar AS melemah atas yen di level 88,38 yen, dibandingkan sebelumnya di level 89,57 yen. Mata uang Jepang ini juga dianggap sebagai salah satu tempat lindung investasi paling aman selain dolar AS. Kedua mata uang ini memang memberikan imbal hasil rendah, namun risikonya paling minim atau biasa disebut safe-haven.

Sentimen lain yang membuat investor khawatir adalah peringatan dari lembaga pemeringkat Moodys yang menyatakan krisis fiskal masih akan tinggal dalam beberapa tahun di Inggris, Prancis, Jerman dan AS. Moody's menyatakan, meski krisis finansial hampir berakhir, namun negara-negara besar justru masih akan terbebani oleh tingkat utang yang besar.

Pengumuman-pengumuman yang negatif itu memunculkan lagi kekhawatiran investor seputar kesehatan perekonomian kawasan Eropa dan juga kesinambungan rebound perekonomiannya.

"Ini sudah pasti sebuah lingkungan yang menghapuskan risiko, sekali lagi," ujar Samarjit Shankar, analis dari Bank of New York Mellon seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/12/2009).

Shankar mengatakan, investor memangkas eksposure investasinya di kawasan Eropa dan emerging market yang dilihat lebih berisiko atau mendapatkan keuntungan dari membaiknya perekonomian.

Namun sentimen tersebut terguncang oleh laporan yang menyebutkan sektor industri Jerman menyusut pada Oktober setelah mencatat pertumbuhan yang solid pada 2 bulan sebelumnya.


(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads