Standard & Poor's sebelumnya juga menempatkan peringkat Yunani dalam 'negatif watch list', sekaligus memberikan peringatan akan menurunkan peringkat Yunani juga jika pemerintah gagal mengambil langkah-langkah untuk mengurangi belanja yang berlebihan.
Pada perdagangan Selasa (8/12/2009) di New York, euro merosot hingga 1,4703 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,4819 dolar. Euro bahkan sempat menyentuh level 1,4681 dolar, atau di bawah level 1,47 dolar AS untuk pertama kalinya dalam satu bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen lain yang membuat investor khawatir adalah peringatan dari lembaga pemeringkat Moodys yang menyatakan krisis fiskal masih akan tinggal dalam beberapa tahun di Inggris, Prancis, Jerman dan AS. Moody's menyatakan, meski krisis finansial hampir berakhir, namun negara-negara besar justru masih akan terbebani oleh tingkat utang yang besar.
Pengumuman-pengumuman yang negatif itu memunculkan lagi kekhawatiran investor seputar kesehatan perekonomian kawasan Eropa dan juga kesinambungan rebound perekonomiannya.
"Ini sudah pasti sebuah lingkungan yang menghapuskan risiko, sekali lagi," ujar Samarjit Shankar, analis dari Bank of New York Mellon seperti dikutip dari AFP, Rabu (9/12/2009).
Shankar mengatakan, investor memangkas eksposure investasinya di kawasan Eropa dan emerging market yang dilihat lebih berisiko atau mendapatkan keuntungan dari membaiknya perekonomian.
Namun sentimen tersebut terguncang oleh laporan yang menyebutkan sektor industri Jerman menyusut pada Oktober setelah mencatat pertumbuhan yang solid pada 2 bulan sebelumnya.
(qom/qom)











































