IHSG Dikepung Pelemahan Bursa Global

IHSG Dikepung Pelemahan Bursa Global

- detikFinance
Rabu, 09 Des 2009 07:58 WIB
IHSG Dikepung Pelemahan Bursa Global
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin akhirnya ditutup menguat tipis setelah selama sesi II terjebak di teritori negatif. Namun penguatan tipis itu terjadi dalam volume perdagangan yang sangat tipis.

Pada perdagangan Selasa (8/12/2009), IHSG akhirnya ditutup menguat tipis 0,134 poin (0,00%) ke level 2.483,892. Transaksi juga hanya sekitar Rp 2,4 triliun, atau lebih rendah dari rata-rata transaksi hingga November yang mencapai Rp 4 triliun.

Gerak IHSG kembali dikepung sentimen negatif. Bursa Wall Street kemarin ditutup melemah setelah lembaga pemeringkat Fitch Ratings menurunkan peringkat utang Yunani sekaligus memberikan outlook negatif. Penurunan peringkat Yunani itu sebelumnya juga telah merontokkan bursa Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Selasa (8/12/2009), indeks Dow Jones industrial average (DJIA) melorot hingga 104,14 poin (1%) ke level 10.285,97. Indeks FTSE 100 merosot 1,65%, CAC 40 juga turun 1,43% dan Dax Frankfurt turun 1,66%.

Bursa-bursa global kembali dilanda kecemasan setelah penurunan peringkat Yunani tersebut, yang membuat investor membuang risk appetite untuk sementara. Hal itu pula yang menyebabkan dolar AS menguat tajam atas rival-rivalnya.

Bursa Jepang juga langsung terpuruk akibat sentimen negatif dari bursa global tersebut. Indeks Nikkei-225 dibuka merosot hingga 104,51 poin (1,03%) ke level 10.035,96.

Sentimen negatif dari bursa-bursa global itu akan membuat IHSG kembali bergerak lesu. Pada perdagangan Rabu (9/12/2009), IHSG diprediksi akan bergerak melemah dalam volume yang tipis. Investor memilih untuk wait and see dengan melihat perkembangan sentimen regional, sekaligus perkembangan aksi massa 9 Desember memperingati hari antikorupsi.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Optima Sekuritas:


Indeks masih belum menemukan momentum untuk menguat sehingga flat di level 2.483. Transaksi masih tipis menandakan investor masih wait & see terhadap kondisi terkini soal politik dalam negeri. Investor semestinya akan mengapresiasi positif  jika proses politik berjalan damai dan demokratis. Pelaku pasar bisa buy on weakness ditengah bursa yang masih flat di level 2.460-2.500.

Panin Sekuritas:

Pada perdagangan kemarin yang relatif minim transaksi, investor diindikasikan melakukan 'wait  & see' pada perdagangan kemarin seiring dengan antisipasi aksi demo antikorupsi 9 Desember hari ini. Meski berada dalam tekanan sepanjang sesi 2, akan tetapi indeks berhasil ditutup pada teritori positif menyusul aksi beli terhadap saham unggulan seperti ASII, TLKM, INTP. Ditengah minimnya sentimen positif, hari ini kami perkirakan indeks masih akan bergerak fluktuatif dengan kisaran support-resistance 2.467-2.498.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads