Dalam keterangan tertulisnya, Direktur Keuangan BLTA Kevin Wong berharap dengan masuk dalam pasar offshore support vessel, mereka dapat memperoleh pendapatan US$ 200-259 juta. Jasa layanan baru ini ditujukan bagi konsumen BLTA yang sudah ada maupun calon konsumen baru.
Niat BLTA dalam memasuki segemen jasa kapal layanan lepas pantai, ditujukan dengan pengambilan porsi kepemilikan sebesar 50%, dalam join venture dengan Miclyn Express Offshore. Bentuk nyata kerja sama ini adalah dengan membentuk satu peusahaan baru bernama PT BLT Miclyn Offshore (BMO). Target pembentukan PT BMO, diharapkan keduanya akan selasai pada akhir Desember 2009.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan Join Venture juga menjadi penggabungan kekuatan finansial kedua perusahaan untuk membiayai JV tersebut, dengan porsi hutang dan ekuitas yang berimbang," kata Kevin dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia Rabu (9/12/2009).
Perseroan yakin kerja sama ini akan memiliki posisi yang kuat dalam mendatangkan keuntungan dari pasar jasa kapal pendukung lepas pantai di Indonesia. Ini sesuai dengan peningkatan eksplorasi lepas pantai dan laut, khususnya produksi minyak bumi, yang ditargetkan pemerintah Indonesia pada masa mendatang.
Kapal yang telah dipersiapkan untuk mendukung kegiatan lepas pantai upstream diantaranya Anchor Handlling Tug and Supply (AHTS), Platform and Multipurpose Supply Vesseles, Accommodation Platfom. Ditambah lagi kapal seperti Rig Transport, kapal Seismik, Subarea Support Vessels, Anchor Handling Tugs,Β dan Crewboats. Kesemuanya siap melayar ke seluruh perairan Indonesia, seperti Laut Jawa, Selat Makasar, Sumatera Selatan, Papua, dan Laut Natuna.
(dro/dro)











































