"Pay TV merupakan layanan broadband wireless yang sedang kami kembangkan. Dana yang disiapkan sekitar 33,23% dari hasil IPO, untuk menyelesaikan uji coba kedua teknologi Ditigal Video Broadcasting Terestrial (DVB-T)," kata Direktur Utama EMTEK Susanto Suwarto di Senayan City Jalan Asia Afrika Jakarta Rabu (9/12/2009).
Ia menjelaskan, layanan broadband wireless dari anak usaha EMTEK, merupakan teknologi terkini yang jauh lebih murah dari pada layanan Pay TV yang saat ini dinikmati masyarakat Indonesia. Investasi yang dikeluarkan pun jauh lebih murah, jika dibandingkan dengan teknologi satelit.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun sayang, Susanto tidak menyebut seberapa besar efisiensi yang dapat terpangkas, jika layanan DVB-T Digital Pay TV sudah dapat beroperasi.
"Itu belum ada angkanya. Sedangkan kami kembangkan, dengan penyelesaian uji coba digital baru ini. Namun direncakan akan komersial pada semester II-2009," tambahnya.
Lanjut Susanto, DVB-T Digital bukan teknologi baru pada industri broadcasting. Layanan ini telah banyak digunakan di berbagai negara di Eropa. Namun Indonesia sendiri, belum memanfaatkannya secara maksimal.
"Untuk itu sedang kami desain sistemnya, hingga Pay TV berbasis terestrial dapat berjalan. Ini juga sejalan dengan teknologi yang dipilih pemerintah untuk digital TV di Indonesia," imbuhnya.
(dro/dro)











































