RODA Jajaki Rights Issue di 2010

RODA Jajaki Rights Issue di 2010

- detikFinance
Rabu, 09 Des 2009 16:38 WIB
RODA Jajaki Rights Issue di 2010
Jakarta - PT Royal Oak Development Asia Tbk (RODA) berencana menerbitkan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) alias rights issue pada tahun 2010. Perseroan membutuhkan dana US$ 3-5 juta untuk melakukan kegiatan akuisisi perusahaan sektor properti di tahun depan.

Menurut Wakil Presiden Direktur RODA Andrew Leong, perseroan tetap melihat kemungkinan akan penerbitan saham baru tetap ada. Namun mereka tetap akan melanjutkan aksi korporasi yang sempat tertunda sejak 2008.

"Jika kondisi pasar global memungkinkan, kami akan melakukan aksi right issue, mungkin pada kuartal kedua tahun 2010," jelasnya dalam paparan publik perseroan di Permata Kuningan, Jalan Kuningan Mulia Jakarta Selatan Rabu (9/12/2009).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun depan, perseroan juga mematok pertumbuhan pendapatan mereka mencapai 10% dibandingkan tahun 2009. Pertumbuhan dapat terlaksana dengan membaiknya penjualan properti yang dimiliki RODA yang saat ini sedang dikembangkan.

Saat ini, perseroan sedang  mengembangkan proyek apartemen The Stupa Residences yang berlolasi di Menteng. Jumlah unit apartemen yang siap dijual sebanyak 59 unit. Pembangunan The Stupa Residences sudah dimulai sejak Februari 2009 lalu.

"Sudah laku 10 unit, dengan nilai investasi mencapai Rp 21 miliar," kata Andrew.

Selain proyek apartemen di Menteng, RODA tengah membangun serta memasarkan rumah susun (rusun) City Hill Residence Pejaten Jakarta dan Paddy Box di Jimbaran, Bali.

"Kami melihat pasar rumah susun Jakarta dan Bali masih sangat potensial. Kami harap proyek ini akan memberi kontribusi kepada pertumbuhan pendapatan kami," imbuhnya.

Keseluruhan dana investasi yang telah berjalan, menggunakan kas internal perseroan. Lanjut Andrew, RODA lebih memilih penggunaan dana internal, dibanding pinjaman dari perbankan. Kondisi ekonomi saat inilah yang menyebabkan perseroan lebih mengambil kebijakan yang konservatif.

"Dengan kondisi ekonomi sekarang ini, kami akan bersikap konservatif dalam penggunaan dana investasi," pungkasnya.

(dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads