Demikian disampaikanΒ Presiden Direktur CKRA Andrew Leong dalam paparan publik perseroan di kantornya, Permata Kuningan, Jalan Kuningan Mulia, Jakarta, Rabu (9/12/2009).
Pembangunan dua pabrik pengolahan tapioka milik CKRA, diperkirakan menghabiskan dana US$ 4 juta, dengan kapasitas produksi tiap unit masing-masing 50 ribu metric ton (MT).
Harapannya, pabrik baru akan mengkontribusikan pendapatan sebesar US$ 30 juta tiap tahun. Dua pabrik ini berlokasi di wilayah Lampung dan Bengkulu, dengan perkiraan selasai bangun pada semester I dan II-2010.
"Kapasitas produksi tiap pabrik adalah 50 ribu MT. Pendapatan perseroan akan signifikan, bisa mencapai US$30 juta, apabila kapasitas terpakai pabrik penuh. Harga jual tepung tapioka bisa mencapai US% 300 per ton," ujar Andrew.
Ditambahkannya, perseroan juga tengah memproduksi singkong (cassava) guna memasok bahan baku pabrik mereka. Total luas lahan yang dimiliki CKRA adalah 85 ribu ha, dengan biaya penanaman casava hingga panen (maturity) mencapai US$ 3 ribu per hektar.
"Untuk biaya investasi kita mengusahakan dari kas internal, namun jumlahnya belum diketahui secara pasti," katanya.
(wep/dnl)











































