SMS Finance Siap IPO di 2010

SMS Finance Siap IPO di 2010

- detikFinance
Kamis, 10 Des 2009 12:43 WIB
SMS Finance Siap IPO di 2010
Jakarta - PT Sinar Mitra Sepadan Finance (SMS Finance) berencana melakukan penerbitan saham perdana (Initial Public Offering /IPO) di tahun 2010. Penerbitan saham ditujukan untuk menambah modal pembiayaan atau kredit kendaraan bermotor di tahun depan yang ditargetkan senilai Rp 2-3 triliun.

Untuk menambah modal dalam rangka ekspansi kredit perseroan, SMS Finance siap menerbitkan saham baru (IPO) di tahun depan. Namun  Direktur Utama SMS Finance Rudyanto Somawihardja, tidak menyebut besaran dan kapan IPO dapat terlaksana.

"IPO sudah menjadi agenda kita tahun depan untuk menambah modal pembiayaan kredit. Namun detailnya kita belum bisa terangkan. Kita masih menunggu semua siap dan melihat dari penerbitan obligasi, dan proses administrasinya," kata  Rudyanto Somawihardja di hotel Shangri-La, Jakarta, Kamis (10/12/2009).

Untuk pembiayaan kendaraan bermotor di tahun depan, perseroan menargetkan Rp 2-3 triliun, dengan fokus area di wilayah Indonesia Timur, mencakup Kalimatan, Sulawesi, Irian Jaya, dan lainnya.

"Saat ini portofolio kita sudah Rp 1,3 triliun. Akhir tahun ini diharapkan bisa mencapai Rp 2 triliun. Setelah fokus di Sumatera, tahun depan kita akan fokus di Indonesia Timur," ujarnya dalam paparan publik penerbitan obligasi perseroan.

Porsi kredit per wilayah yang dimiliki perseroan di tahun 2010 akan berubah. Indonesia Timur yang meliputi Kalimantan, Sulawesi, dan pulau lainnya mengambil porsi 40%, Sumatera 40%, dan sisanya di pulau Jawa 20%.

Ditambahkan Rudyanto, kredit pembiayaan kendaraan bekas masih menjadi fokus SMS Finance. Ini dikarenakan banyaknya permintaan akan kendaraan bekas, khususnya di luar pulau Jawa.

"Kendaraan bekas kita mencapai 95%, dan untuk baru 5%. Demand di kendaraan bekas jauh lebih besar, jadi kami tetap fokus ke sana," paparnya.

Tahun depan, SMS Finance juga siap meningkatkan prosi kredit sepada motor. Tahun ini saja jumlahnya sudah mencapai 10-15% dari total portofolio kredit pembiayaan perseroan.

Di 2010, akan terjadi peningkatan mencapai 30%, atau setara dengan Rp 600-900 miliar.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads