PLN akan menerbitkan obligasi konvensional senilai Rp 1 triliun dan sukuk ijarah senilai Rp 500 miliar. Keduanya terdiri atas seri A berjangka waktu 7 tahun dan seri B berjangka waktu 10 tahun.
Direktur Investment Banking Danareksa Sekuritas Marciano Herman mengatakan untuk obligasi dan sukuk Seri A, akan diberikan kupon rata-rata sebesar yield SUN seri FR0028 sampai FR0030 ditambah spread 150-275 bps."Jadi kira-kira dengan patokan closing yield SUN 9 Desember 2009, maka kisaran kuponnya 10,91-12,16%," jelasnya dalam jumpa pers di kantor Pusat PLN, Jalan Trunojoyo, Jakarta, Kamis (10/12/2009).
Untuk obligasi dan sukuk Seri B berjangka waktu 10 tahun, diberikan kupon dengan patokan yield SUN seri FR0031 sampai FR0036 ditambah spread 175-285 bps. Jadi dengan closing yield SUN 9 Desember, maka kupon obligasi seri B ini mencapai 11,87-12,97%.
Dana hasil obligasi akan digunakan untuk mengganti dana internal yang telah digunakan untuk investasi transmisi yang telah dilakukan pada 2009 sebesar 50% atau setara dengan Rp 750 miliar. Sisanya sejumlah sama akan digunakan untuk investasi transmisi di tahun 2010.
Hingga 30 Juni 2009, total nilai kewajiban PLN sebesar Rp 171,733 triliun terdiri atas kewajiban tidak lancar sebesar Rp 131,881 triliun dan kewajiban lancar Rp 39,851 triliun.
Dua surat utang ini memperoleh peringkat AA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Bertindak sebagai penjamin emisi yaitu PT Bahana Securities, PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas.
Pernyataan efektif diperkirakan bakal diperoleh pada 29 Desember 2009. Masa Penawaran pada 4-7 Januari 2010. Penjatahan pada 8 Januari 2010. Distribusi secara elektronik pada 12 Januari 2010. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 13 Januari 2010.
(nrl/dnl)











































