Direktur IT & Risk Management BEI Adikin Basirun mengatakan, dana sebesar Rp 73 miliar terdiri dari Rp 46 miliar untuk peningkatan perdagangan melalui infrastruktur IT dan Rp 27 miliar untuk kebutuhan perkantoran dan pendukung lainnya.
"Tahun depan, telah disiapkan Rp 73 miliar, untuk peningkatan transaksi online. Dari kapasitas yang ada saat ini, mulai awal tahun depan bisa naik 5 kali lipat," kata Adikin kepada detikfinance, Kamis (10/12/2009).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang kami harapkan. Terjadi peningkatan di tahun depan, sesuai dengan perhitungan yang diperkirakan. Target kami memang dalam 3 tahun, account bisa mencapai 2,4 juta, namun prosesnya dilakukan secara bertahap. Tahun 2011 mungkin bisa mencapai 1,5 juta (account)," terangnya.
Adikin menambahkan, transaksi online trading bertujuan untuk memudahkan investor, karena tidak terbatasi oleh ruang. Hingga mengurangi keterbatasan geografis, bagi investor yang berada di luar jangkauan.
Tahun 2009 saja, BEI sebenarnya telah menyiapkan dana Rp 30 miliar untuk pengembangan infratruktur layanan online trading. Namun masih sedikit account yang aktif. Padahal sudah lebih dari Rp 24 miliar dana yang telah terpakai.
"Dengan online trading, diharapkan jumlah order akan lebih banyak karena infrastruktur kita sudah siap. Termasuk IDX mobile, data feed, dan lain-lain telah didistribusikan," imbuhnya.
(wep/qom)











































