Sepuluh perusahaan sebelumnya yang sudah mencatatkan diri di lantai bursa adalah PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT), PT Trikomsel Oke Tbk (TRIO), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Inovisi Infracom Tbk (INVS), PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO), PT Metropolitan Kentjana Tbk (MKPI), PT Katarina Utama Tbk (RINA), PT BW Plantations Tbk (BWPT), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Bumi Citra Permai Tbk (BCIP).
Jumlah saham NIKL yang akan dicatatkan sebanyak 2.523.350.000 saham, terdiri atas 2.018.680.000 saham pendiri (80%) dan 504.670.000 saham baru (20%) milik publik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dana dari hasil penawaran umum ini seluruhnya akan digunakan untuk proyek revamping mesin produksi dan penambahan unit mesin baru dalam rangka meningkatkan efisiensi, kualitas dan kapasitas produksi dari 130.000 ton menjadi 160.000 ton.
Saat ini komposisi pemegang saham Latinusa adalah PT Krakatau Steel 93,87% dan PT Baruna Inti Lestari 6,13%. Setelah penerbitan saham baru dan IPO sebanyak 20%, komposisi pemegang saham Krakatau Steel dan Baruna Inti akan terdilusi menjadi 75,10% dan 4,9%. Sisanya sebesar 20% menjadi milik publik. (dro/dro)











































