Investor asing tampak sudah mulai menarik dananya kembali ke negara asalnya. Hal itu terlihat dengan naiknya bursa-bursa Eropa dan Wallstreet pada perdagangan kemarin yang tidak diikuti dengan penguatan bursa-bursa Asia. Dana-dana asing yang ditempatkan di kawasan Asia termasuk Indonesia tampak mulai dikosongkan sejak awal pekan.
Pada perdagangan sesi I Selasa (15/12/2009), IHSG ditutup turun 17,825 poin (0,71%) ke level 2.488,561. Indeks LQ 45 melemah 4,206 poin (0,84%) ke level 491,802.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Indeks Komposit Shanghai turun tipis 4,96 poin (0,15%) ke level 3.297,95.
- Indeks Hang Seng turun 162,31 poin (0,73%) ke level 21.923,44.
- Indeks Nikkei-225 melemah tipis 4,78 poin (0,05%) ke level 10.100,90.
- Indeks Straits Times naik tipis 6,87 poin (0,25%) ke level 2.806,50.
Perdagangan berjalan agak lambat dan sepi dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar sebanyak 47.059 kali dengan volume 2,202 miliar saham senilai Rp 1,102 triliun. Sebanyak 39 saham naik, 121 saham turun dan 66 saham stagnan.
Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 875 ke Rp 4.375, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 30.000, Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 9.650, Trada Maritime (TRAM) naik Rp 50 ke Rp 355, Indocement (INTP) naik Rp 50 ke Rp 12.550.
Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 20.350, Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 23.650, United Tractor (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 15.000, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.600, Astra International (ASII) turun Rp 150 ke Rp 33.800, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 75 ke Rp 2.350.
(dro/dnl)











































