Demikian disampaikan oleh Chief Economist Mandiri Sekuritas Destri Damayanti dalam Outlook Ekonomi 2010 Mandiri Sekuritas di Plaza Mandiri, Jakarta, Selasa (05/12/2009).
"Rupiah diperkirakan akan menguat menjadi Rp 8.927 per dollar AS di akhir 2010 karena kondisi ekonomi domestik yang stabil serta membaiknya posisi neraca pembayaran seiring dengan membaiknya ekspor dan capital inflow ," ujar Destri.
Ia menambahkan, melemahnya nilai tukar dollar terhadap mata uang emerging markets termasuk rupiah dikarenakan kondisi perekonomian AS yang masih rentan.
"Arus modal asing diperkirakan akan berlanjut di tahun 2010. Serta surplus neraca pembayaran diperkirakan bertahan dengan didukung oleh surplus neraca perdagangan," tutur Destri.
Mandiri Sekuritas memproyeksikan neraca pembayaran (Current Account ) akan berada di posisi US$ 5,617 miliar di akhir 2009 dan US$ 1,790 miliar di akhir 2010. Surplus neraca perdagangan nantinya akan masih akan berlanjut. Di akhir 2009 sebesar US$ 10,213 miliar dan di akhir 2010 sebesar US$ 8,190 miliar.
Makin sehatnya kondisi utang Indonesia, lanjut Destri, akan menurunkan tekanan terhadap rupiah.
"Debt Service Ratio (DSR) Indonesia akan membaik seiring dengan meningkatnya ekspor Indonesia dan berkurangnya pembayaran bunga. Nilai tukar rupiah akan terus berlanjut dari faktor-faktor tersebut di 2010," tandasnya.
(dru/dnl)











































