Menjelang libur akhir tahun, tampaknya pasar sudah mulai tidak bergairah. Ikan-ikan besar berbendera asing tampaknya sudah menarik sebagian besar dananya yang membuat ikan-ikan kecil pun tak mampu menahan tekanan profit taking yang terjadi sejak kemarin.
Sebagian besar saham-saham unggulan berjejer di barisan saham turun lantaran menjadi pukulan aksi profit taking. Ini kemudian memberikan sentimen negatif pada pasar yang mendorong IHSG sempat minus 25 poin ke level 2.481,696.
Namun seperti biasa, dorongan beli selalu memberikan perlawanan di menit-menit terakhir menjelang penutupan. Pada perdagangan Selasa (15/12/2009), IHSG hanya ditutup turun 11,649 poin (0,46%) ke level 2.494,737. Indeks LQ 45 melemah 2,464 poin (0,49%) ke level 493,544.
Bursa-bursa regional Asia sebagian besar semakin terjebak di teritori negatif sepanjang perdagangan. Bursa-bursa Eropa dibuka variatif dan bergerak ragu-ragu antara batas positif dan negatif.
- Indeks Komposit Shanghai turun 28,44 poin (0,86%) ke level 3.274,46.
- Indeks Hang Seng turun tajam 271,83 poin (1,23%) ke level 21.813,92.
- Indeks Nikkei-225 melemah tipis 22,2 poin (0,22%) ke level 10.083,48.
- Indeks Straits Times naik tipis 4,15 poin (0,15%) ke level 2.803,69.
- Indeks KOSPI naik tipis 1,08 poin (0,06%) ke level 1.665,85.
Saham-saham paling aktif yang mengalami kenaikan harga antara lain Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 875 ke Rp 4.375, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 500 ke Rp 30.000, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 150 ke Rp 5.850, Astra International (ASII) naik Rp 150 ke Rp 34.100, Indocement (INTP) naik Rp 100 ke Rp 12.600, Telkom (TLKM) naik Rp 100 ke Rp 9.600.
Sedangkan saham-saham paling aktif yang mengalami penurunan harga antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 350 ke Rp 20.400, BRI (BBRI) turun Rp 200 ke Rp 7.600, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 150 ke Rp 15.050, Bakrie Sumatera (UNSP) turun Rp 120 ke Rp 560, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 4.575. (dro/dnl)











































