Pada perdagangan Rabu (16/12/2009), rupiah dibuka melemah tipis ke level 9.480 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.475 per dolar AS.
Di pasar global, dolar AS kembali menguat setelah keluarnya data yang menunjukkan kenaikan inflasi di AS. Hal itu memunculkan lagi spekulasi Bank Sentral AS akan segera menaikkan suku bunganya. Data pemerintah AS menunjukkan inflasi inti yang termasuk biaya energi dan makanan naik 0,5%, atau kenaikan tertinggi dalam setahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Euro melemah ke 1,4534 dolar, dibandingkan sebelumnya di 1,4655 dolar. Dolar AS juga menguat atas yen ke posisi 89,67 yen, dibandingkan sebelumnya di 88,56 yen.
"Data menunjukkan harga-harga dan produksi industri lebih tinggi dari ekspektasi sehingga memunculkan kekhawatiran Bank Sentral AS akan menaikkan suku bunganya lebih cepat dari antisipasi," ujar James Hughes, analis dari CMC Markets seperti dikutip dari AFP.
(qom/qom)











































