Demikian dikatakan oleh Direktur Utama Jamsostek, Hotbonar Sinaga di Kantor Pusat BNI, Jakarta, Rabu (16/12/2009).
"Jamsostek itu perusahaan besar, maka sangat berkaitan dengan relationship. Khusus PLN nanti kita itu masuk dulu sebagai peserta obligasi kemarin sudah ada pertemuan dengan beberapa direksi Jamsostek dan manajmen PLN dan tadi pagipun bertemu dengan Wadirut PLN," tuturnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya, lanjut Hotbonar, dari obligasi tersebut akan diserap mungkin di atas 50 persen tapi juga masih tergantung jangka waktunya. "Timbal baliknya, PLN akan ikut serta program penjaminan keselamatan kerja dan kematian. Atau dua dariΒ 3 paket wajib," jelas Hotbonar.
Jamsostek nanti akan menangani 39000 orang lebih karyawan PLN dan secara bertahap akan diikutkan untuk program ketiga paket yakni jaminan hari tua.
Targetkan Pertumbuhan Dana Kelolaan 10%
Jamsostek tahun 2010 menargetkan pertumbuhan dana kelolaannya hingga Rp 91 triliun atau tumbuh 10%. Saat ini dana kelolaan Jamsostek sebesar Rp 80 triliun.
Untuk penempatan dana kelolaannya tahun 2010 tidak ada perbedaan. Hotbonar mengatakan 50% akan ditempatkan di obligasi. "Kemudian 20% saham,Β deposito 30% dan sisanya direksadana dan investasi langsung. Investasi langsung hanya 0,001% dari total invesment fund," tuturnya.
Tapi nanti, lanjut Hotbonar tahun 2010 dengan adanya Jamsostek Invesment Corporation yang direncanakan Rp 500 miliar lebih dari porsi invetsasi langsung akan meningkatkan target dana kelolaan.
(dru/dro)











































