Jamsostek Yakin Serap Rp 200 Miliar Saham BTN

Jamsostek Yakin Serap Rp 200 Miliar Saham BTN

- detikFinance
Kamis, 17 Des 2009 09:46 WIB
Jamsostek Yakin Serap Rp 200 Miliar Saham BTN
Jakarta - PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) memastikan akan menyerap saham hasil penawaran perdana atau initial public offering (IPO) PT Bank Tabungan Negara (BTN) sebanyak Rp 200 miliar, yang rencananya akan listing hari Kamis (17/12/2009) ini.

"Untuk IPO BTN, Jamsostek masuk sekitar Rp 200 miliar," ujar Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Massasya kepada detikFinance melalui pesan singkat, Kamis (17/12/2009).

Ia menguraikan, Jamsostek memang tertarik miliki saham BTN. Tidak hanya itu, kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini pun telah berkomitmen untuk bekerja sama dalam bentuk pemberian uang muka perumahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerja sama ini menyepakati, anggota Jamsostek diberi kemudahan fasilitas pembayaran awal, atas kredit perumahan yang diberikan. Namun lebih lanjut, Elvyn belum bisa merinci bentuk komitmen tersebut.

"Kerja sama ini adalah perjanjian kerja sama dalam mengimplementasikan total relationship," paparnya.

Ia mencontohkan, bentuk total relationship yang dilakukan Jamsostek, seperti yang dilakukan perseroan satu hari sebelumnya. Dengan bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), meluncurkan kartu ATM BNI multifungsi.

"Peserta Jamsostek, dengan co-branding ini dapat melihat saldonya di ATM BNI dan juga fitur2 lainnya," katanya.

Sebelumnya, selain Jamsostek, saham perdana BTN juga diminati GIC dan DWS Investments. Jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 2.360.057.000 saham dengan harga perdana penawaran Rp 800 per lembar.

Saham BTN sebelumnya juga ditawarkan dilevel 1,5-2,2 price 'to book value' (PBV), yaitu Rp 750 - 1.100 per lembar. Dari proporsi keseluruhan jumlah saham yang ditawarkan, 60 persen pembeli merupakan investor lokal, sementara sisanya asing.
(wep/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads