"Untuk IPO BTN, Jamsostek masuk sekitar Rp 200 miliar," ujar Direktur Investasi Jamsostek Elvyn G Massasya kepada detikFinance melalui pesan singkat, Kamis (17/12/2009).
Ia menguraikan, Jamsostek memang tertarik miliki saham BTN. Tidak hanya itu, kedua Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini pun telah berkomitmen untuk bekerja sama dalam bentuk pemberian uang muka perumahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kerja sama ini adalah perjanjian kerja sama dalam mengimplementasikan total relationship," paparnya.
Ia mencontohkan, bentuk total relationship yang dilakukan Jamsostek, seperti yang dilakukan perseroan satu hari sebelumnya. Dengan bekerja sama dengan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), meluncurkan kartu ATM BNI multifungsi.
"Peserta Jamsostek, dengan co-branding ini dapat melihat saldonya di ATM BNI dan juga fitur2 lainnya," katanya.
Sebelumnya, selain Jamsostek, saham perdana BTN juga diminati GIC dan DWS Investments. Jumlah saham yang dilepas ke publik sebanyak 2.360.057.000 saham dengan harga perdana penawaran Rp 800 per lembar.
Saham BTN sebelumnya juga ditawarkan dilevel 1,5-2,2 price 'to book value' (PBV), yaitu Rp 750 - 1.100 per lembar. Dari proporsi keseluruhan jumlah saham yang ditawarkan, 60 persen pembeli merupakan investor lokal, sementara sisanya asing.
(wep/ang)











































