Menurut Direktur Keuangan BLTA Kevin Wong, penurunan nilai akuisisi disebabkan tidak diikutkannya paket akuisisi Maritime Services, yang merupakan salah satu unit usaha CECO.
"Kita menilai anak perusahaan tersebut tidak sesuai dengan bisnis kita, jadi harganya bisa turun dari US$ 168 juta menjadi US$ 128 juta," kata Kevin seusai paparan publik PT Berlian Laju Tanker di hotel Four Season Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Senin (21/12/2009).
Dengan harga yang terpangkas sebesar US$ 40 juta ton, merupakan akumulasi dari penurunan harga saham atas Maritime Services. Sebelumnya, kesepakatan harga saham akuisisi sebesar 23,5 norwegian crown per lembar dan berkurang menjadi 18 norwegian crown.
"Kita berharap akuisisi ini akan selesai pada semester I-2010," ujar Investor Relation BLTA Peter Chayson.
Sebelumnya, BLTA berencana untuk mengeluarkan Mandatory Exchangeable Bonds (MEB) senilai US$ 368 juta, dimana US$ 200 juta diantaranya akan untuk ekspansi. Namun sayangnya penerbitan ini ditolak oleh Bapepam-LK.
"Untuk itu kami sedang aktif berdiskusi dengan CECO untuk pembiayaan ini. Ada opsi rights issue atau alternatif lain. Tapi alternatif itu belum bisa kami sebut, namun apapun itu jumlahnya masih sama seperti yang ditargetkan, yaitu US$ 200 juta," jelas Peter.
Di sisi lain, tahun depan perseroan siap dengan dana sebesar US$ 147,5 juta untuk belanja modal (capital expediture /capex) di tahun 2010. Dana akan digunakan sebagai biaya pembelian 5 kapal baru. "Rencananya pembelian 4-5 kapal baru akan direalisasi pada semester II-2010," ucap Peter.
Lanjutnya, sumber pendanan belanja modal berasal dari kas internal serta pinjaman perbankan. Namun sayang, Peter enggan menyebutkan komposisi serta jumlah pada tiap pos tersebut. "Komposisinya tergantung dari delivery kapalnya," imbuh Peter.
Penambahan armada kapal di tahun depan, akan didominasi oleh jenis pengakutan curah kering. Tentu ini dikhususkan bagi siapapun yang ingin mengewa kapal milik perseroan, guna mengangkut batubara.
"Segmen curah kering sangat menarik. Ini sejalan dengan Indonesia yang ingin meningkatkan listrik melalui pembangkit coal fire (batubara)," pungkasnya.
(wep/dnl)











































